Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE), menambah investasi sebesar 600 juta dolar AS di platform pasar prediksi Polymarket. Penambahan modal ini menutup kesepakatan pendanaan yang sebelumnya telah diumumkan antara kedua perusahaan.
Investasi terbaru tersebut menjadi tambahan dari investasi 1 miliar dolar AS yang dilakukan ICE pada Oktober lalu. Selain itu, ICE juga berencana membeli hingga 40 juta dolar AS saham tambahan dari pemegang saham saat ini, sehingga total komitmennya mendekati 2 miliar dolar AS. ICE menyatakan investasi ini tidak akan berdampak material terhadap hasil keuangannya.
Polymarket mengoperasikan pasar tempat pengguna memperdagangkan hasil dari peristiwa dunia nyata, mulai dari pemilihan hingga rilis data ekonomi. Dalam praktiknya, seorang pedagang dapat membeli saham yang akan membayar jika, misalnya, inflasi naik melampaui tingkat tertentu. Harga bergerak secara real time dan mencerminkan ekspektasi kolektif para pelaku pasar.
Dukungan ICE dinilai memberi Polymarket lebih dari sekadar tambahan modal karena mengaitkannya dengan salah satu nama besar dalam infrastruktur pasar global. Di sisi lain, pesaingnya, Kalshi, dilaporkan baru-baru ini menghimpun pendanaan lebih dari 1 miliar dolar AS dengan valuasi 22 miliar dolar AS, sekitar dua kali lipat dari angka sebelumnya. Kalshi disebut telah membukukan pendapatan tahunan sekitar 1,5 miliar dolar AS, yang menunjukkan permintaan kuat untuk perdagangan berbasis peristiwa.
Minat investor terhadap pasar prediksi meningkat di tengah sorotan dari para pembuat undang-undang yang mempertanyakan apakah model ini rentan terhadap manipulasi atau aktivitas orang dalam. Kekhawatiran tersebut berpotensi memengaruhi cara regulator memperlakukan Polymarket maupun para pesaingnya dalam beberapa tahun ke depan.
Polymarket juga mengambil sejumlah langkah untuk memposisikan diri menghadapi pengawasan. Platform ini mengakuisisi bursa dan lembaga kliring berlisensi pada awal tahun ini, sembari memperluas hubungan politik dan keuangannya. Baru-baru ini, Polymarket mengumumkan kemitraan dengan Palantir dan TWG AI untuk membangun sistem pengawasan yang ditujukan mendeteksi perdagangan mencurigakan serta manipulasi di pasar prediksi olahraga.
Masuknya tambahan investasi dari ICE mencerminkan pandangan bahwa operator pasar tradisional melihat potensi pada sektor pasar prediksi. Jika memperoleh penerimaan yang lebih luas, pasar prediksi disebut dapat berdampingan dengan saham dan kontrak berjangka sebagai sarana lain bagi para pelaku pasar untuk mengekspresikan pandangan terhadap peristiwa yang akan datang.