BERITA TERKINI
IHSG Turun 0,44% ke 9.094 Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

IHSG Turun 0,44% ke 9.094 Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan pagi Selasa (20/1/2026). IHSG dibuka turun 40,27 poin atau 0,44% ke level 9.094,43.

Pada awal perdagangan, sebanyak 244 saham menguat, 108 saham melemah, sementara sisanya belum bergerak. Nilai transaksi tercatat Rp 792,61 miliar dengan volume 1,15 miliar saham dalam 83.015 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 16.559 triliun.

Perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini terutama tertuju pada sentimen domestik, khususnya keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di tengah posisi rupiah yang disebut telah menyentuh level all time low (ATL).

Dari eksternal, pasar juga mencermati pergerakan harga emas yang kembali mencetak rekor serta volatilitas bursa saham Amerika Serikat yang kembali dibuka usai libur. Pasar mengantisipasi meningkatnya ketidakpastian global seiring munculnya ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump dan meningkatnya tekanan di pasar obligasi global.

Bank Indonesia diperkirakan mengambil langkah aman dengan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada Rabu ini. Pada RDG 16–17 Desember 2025, BI memutuskan menahan BI Rate di 4,75%, dengan deposit facility 3,75% dan lending facility 5,50%.

Keputusan tersebut menjadi kali ketiga BI menahan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada RDG September 2025, ketika BI menurunkan suku bunga 25 basis poin sebagai bagian dari upaya mendukung momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Untuk RDG Januari 2026, konsensus dari 13 lembaga/institusi yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan seluruhnya memperkirakan BI kembali menahan suku bunga di 4,75%.

Sementara itu, bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu, mengikuti pelemahan semalam di Wall Street setelah Presiden Donald Trump meningkatkan retorika terkait Greenland dan mengancam tarif baru terhadap negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke Amerika Serikat.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.341, di bawah penutupan terakhir indeks acuannya di 26.487,51. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,28% dan Topix melemah 1,09%. Di Korea Selatan, Kospi turun 1,09% sementara Kosdaq merosot 2,2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka turun 0,32%.

Trump pada Sabtu menyatakan ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif 10% mulai 1 Februari, dan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni apabila pembicaraan tidak menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral. Ia juga mengancam tarif 200% terhadap anggur dan sampanye Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang diusulkannya. Trump turut mengkritik Inggris terkait rencana transfer kedaulatan Kepulauan Chagos ke Mauritius, yang disebutnya sebagai “tindakan yang sangat bodoh,” dan ia menyebutnya sebagai pembenaran lebih lanjut untuk mengakuisisi Greenland atas dasar keamanan nasional.

Para pemimpin Eropa menyebut ancaman tarif terbaru tersebut “tidak dapat diterima” dan dilaporkan mempertimbangkan langkah balasan. Prancis disebut mendorong Uni Eropa untuk mengerahkan Instrumen Anti-Koersi sebagai respons.

Di AS, kontrak berjangka saham naik tipis pada awal jam perdagangan Asia setelah pasar mencatat penurunan terdalam dalam tiga bulan. Pada perdagangan sebelumnya, Dow Jones Industrial Average turun 870,74 poin atau 1,76% ke 48.488,59. S&P 500 melemah 2,06% menjadi 6.796,86, sementara Nasdaq Composite merosot 2,39% dan ditutup di 22.954,32—menjadi sesi terburuk sejak Oktober bagi ketiga indeks utama tersebut. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dilaporkan melonjak dan dolar AS melemah seiring ancaman tarif memicu pergeseran dari aset-aset AS.