Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 2% sebelum kemudian rebound. Pergerakan tajam ini terjadi di tengah tekanan yang muncul secara mendadak di pasar.
Analis menilai pelemahan tersebut terutama dipicu aksi profit taking pada saham-saham sektor energi. Di saat yang sama, gejolak geopolitik global turut menambah tekanan dan memperburuk sentimen pelaku pasar.
Meski sempat melemah dalam, IHSG kemudian berbalik arah dan pulih. Namun, pergerakan intraday yang fluktuatif menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan sentimen, khususnya terkait dinamika global dan pergerakan saham-saham tertentu.

