BERITA TERKINI
IHSG Melemah 0,46% ke 8.951, Tekanan Jual Menahan Indeks di Bawah 9.000

IHSG Melemah 0,46% ke 8.951, Tekanan Jual Menahan Indeks di Bawah 9.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 26 Januari 2026, berakhir di level 8.951,01. IHSG turun 41,17 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, seiring meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham, terutama emiten properti serta saham berkapitalisasi menengah hingga kecil.

Sejak pembukaan, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif dengan arah melemah. Indeks dibuka pada 9.031,49 dan sempat mencapai level tertinggi harian di 9.039,67. Namun, IHSG kemudian berbalik turun hingga menyentuh level terendah 8.837,83. Tekanan jual yang berlanjut membuat indeks gagal bertahan di atas level psikologis 9.000 hingga penutupan sesi.

Aktivitas perdagangan tercatat ramai. Di seluruh pasar, volume transaksi mencapai 641,44 juta lot dengan nilai perdagangan Rp32,01 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 3,32 juta kali. Sementara di pasar reguler, volume perdagangan tercatat 618,71 juta lot dengan nilai transaksi Rp29,22 triliun, dengan frekuensi transaksi yang sama, yakni 3,32 juta kali.

Pelemahan IHSG turut diiringi tekanan pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar penurunan terdalam hari ini. Saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) mencatat penurunan paling dalam setelah turun 7,63 persen ke level 121.

Berikutnya, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) melemah 7,46 persen ke harga 124, disusul PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) yang turun 7,32 persen ke level 380. Saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) juga terkoreksi 7,19 persen ke posisi 310.

Tekanan jual turut menyeret saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang turun 7,14 persen ke level 1.560, serta PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) yang terkoreksi 7,14 persen ke harga 234. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melemah 7,09 persen ke level 262.