BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Melemah 1,05 Persen di Tengah Kekhawatiran Tarif AS

IHSG Ditutup Melemah 1,05 Persen di Tengah Kekhawatiran Tarif AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). IHSG berakhir turun 86,97 poin atau 1,05 persen ke posisi 8.235,26, sementara indeks LQ45 melemah 5,18 poin atau 0,61 persen ke 837,89.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan koreksi IHSG pada perdagangan Kamis dipicu sentimen terkait tarif. Sentimen negatif, menurutnya, berasal dari kabar bahwa Departemen Perdagangan AS akan memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan-perusahaan di India, Indonesia, dan Laos, dengan alasan industri panel surya di ketiga negara tersebut dinilai dilindungi oleh subsidi.

AS menetapkan tarif sebesar 125,87 persen untuk produk sel dan panel surya dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, serta 80,67 persen untuk impor dari Laos. Selain tarif umum, AS juga menghitung tarif individu bagi perusahaan. Di Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3 persen dan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99 persen.

Di sisi lain, Perwakilan Perdagangan AS (USTR) disebut berencana membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri dan subsidi perikanan. Temuan penyelidikan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi komitmennya terhadap kekhawatiran AS. Setelah itu, USTR akan membuat keputusan terkait jenis tarif yang akan diterapkan. AS juga berencana menaikkan tarif bagi sejumlah negara dari level 10 persen menjadi 15 persen atau lebih tinggi.

Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat, namun bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah sampai perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor ditutup melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor transportasi & logistik yang turun 2,60 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer turun 1,98 persen, serta sektor barang baku melemah 1,74 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan terbesar, yakni MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, dan STAR. Adapun saham dengan pelemahan harga terbesar antara lain INDS, SKBM, ARKO, BUVA, dan KONI.

Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi 3.102.000 kali transaksi, dengan volume 54,17 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp28,08 triliun. Tercatat 157 saham menguat, 594 saham melemah, dan 207 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa pada sore hari bervariasi. Indeks Nikkei menguat 238,38 poin atau 0,41 persen ke 58.821,50, sementara indeks Shanghai melemah 0,60 poin atau 0,01 persen ke 4.146,63. Indeks Hang Seng turun 384,70 poin atau 1,44 persen ke 26.381,02, indeks Kuala Lumpur melemah 6,87 poin atau 0,39 persen ke 1.740,94, dan indeks Strait Times turun 43,35 poin atau 0,87 persen ke 4.964,38.