Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Rabu (21/1). Sejumlah sentimen eksternal dan domestik disebut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama pergerakan nilai tukar rupiah serta dinamika harga minyak.
Di tengah kondisi tersebut, investor turut mencermati rekomendasi saham dari IPOT sebagai referensi dalam menyusun strategi perdagangan harian. Namun, dengan proyeksi pergerakan yang cenderung terbatas, pelaku pasar umumnya akan menimbang faktor risiko dan peluang secara lebih selektif.
Selain faktor pasar, perhatian juga tertuju pada perkembangan isu global yang berpotensi memengaruhi sentimen. Salah satunya adalah kabar terkait ultimatum dari Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur secara total apabila Selat Hormuz tidak dibuka.
Di sisi lain, sejumlah berita korporasi dan kebijakan turut mewarnai perhatian investor. Tugu Insurance (TUGU) dilaporkan mencetak laba bersih sebesar Rp 711 miliar pada tahun 2025. Sementara itu, di ranah aset digital, analis menilai sepanjang Maret kripto mengalami rebound, meski disebut minim katalis dan tren masih rentan.
Dari sektor transportasi, KAI Group mencatat telah mengangkut 32,46 juta pelanggan, angka tertinggi dalam lima tahun. Adapun di tingkat kebijakan, kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai tidak efektif untuk menekan konsumsi BBM nasional. Pemerintah juga mengubah skema pendanaan Koperasi Merah Putih, yang memungkinkan pemerintah mengambil alih cicilan.
Dengan beragam faktor tersebut, pelaku pasar diperkirakan akan memantau perkembangan rupiah dan harga minyak sebagai indikator utama yang berpotensi memengaruhi arah IHSG, sembari mencermati saham-saham pilihan sesuai rekomendasi yang beredar.

