Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki awal 2026 dengan sentimen yang belum sepenuhnya kondusif. Setelah reli panjang yang membawa indeks ke level psikologis tinggi, pasar mulai menunjukkan tanda kelelahan. Tekanan jual dinilai masih mendominasi dan koreksi teknikal disebut belum sepenuhnya selesai.
Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, IHSG pada perdagangan terakhir tercatat terkoreksi 1,36% ke level 9.010. Area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG saat ini berada di awal wave [iv] dari wave 5. Ia menilai indeks masih berpeluang melanjutkan koreksi ke kisaran 8.710–8.887. Sementara itu, area penguatan terdekat diperkirakan menguji rentang 9.026–9.054, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam peta teknikal yang disusun, support IHSG berada di level 8.956 dan 8.905, sedangkan resistance di 9.120 dan 9.192. Struktur tersebut menggambarkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan, meski masih menyediakan ruang pergerakan jangka pendek bagi pelaku pasar yang menerapkan disiplin strategi.
Di tengah kondisi indeks yang dinilai rawan, MNC Sekuritas juga menyoroti sejumlah saham yang secara teknikal menunjukkan peluang pergerakan berbeda.
Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 0,98% ke level 1.550 dan mulai diiringi volume pembelian. Namun, penguatan ini belum mampu menembus rata-rata pergerakan MA20. Herditya menilai selama harga bertahan di atas 1.515 sebagai batas risiko, ENRG diperkirakan berada pada bagian wave [b] dari wave 4. Area pergerakan jangka pendek yang dicermati berada di 1.520–1.545, dengan target teknikal 1.580–1.655.
Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) naik 1,72% ke level 3.550 dengan dukungan volume pembelian yang mulai mengecil. Secara teknikal, IMPC diperkirakan berada di awal wave 5 dari wave (5). Area yang dipantau berada di 3.480–3.530, dengan target teknikal 3.640–3.870 dan batas risiko di bawah 3.430.
Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 1,30% ke level 780 disertai peningkatan volume pembelian. Selama harga bertahan di atas 735, Herditya menilai MBMA berada di bagian awal wave v dari wave (iii). Area yang dicermati berada di 745–775, dengan target teknikal 825–880.
Bank Mandiri Tbk (BMRI) justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Saham ini terkoreksi 0,70% ke level 4.990, dengan mulai muncul volume penjualan meski masih tertahan oleh MA20. Herditya memperkirakan BMRI berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga masih ada potensi koreksi lanjutan ke area 4.460–4.750. Adapun zona 5.000–5.050 dinilai rawan tekanan jual.
Analisis tersebut menegaskan bahwa reli besar tidak selalu bergerak satu arah. Ketika indeks telah melaju jauh, risiko koreksi menjadi bagian dari siklus pasar yang perlu diantisipasi oleh investor.

