BERITA TERKINI
IES 2026 Angkat Agenda Produktivitas sebagai Fondasi Daya Saing, Dunia Usaha Diminta Beraksi

IES 2026 Angkat Agenda Produktivitas sebagai Fondasi Daya Saing, Dunia Usaha Diminta Beraksi

Ketahanan daya saing Indonesia kembali menjadi perhatian di tengah tekanan kenaikan biaya produksi, ketatnya persaingan regional, dan ketidakpastian ekonomi global. Dalam situasi ini, produktivitas dinilai perlu kembali menjadi agenda utama untuk menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026, yang mengangkat produktivitas sebagai fondasi daya saing jangka panjang. IES 2026 menggelar sesi bertajuk Charting Indonesia’s Productive State: Building a Whole of Society National Productivity Movement, yang menekankan pentingnya menjadikan produktivitas sebagai gerakan nasional yang konkret, terukur, dan selaras dengan kebutuhan sektor riil, bukan sekadar wacana kebijakan.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyatakan produktivitas merupakan kunci agar dunia usaha Indonesia tetap kompetitif dan mampu tumbuh berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak semata ditentukan oleh ekspansi, melainkan oleh seberapa produktif sistem bekerja, seberapa cepat keputusan diambil, serta seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan dari aktivitas ekonomi yang sudah berjalan.

Sesi strategis tersebut diinisiasi oleh Indonesian Business Council (IBC) Institute bersama Kadin Indonesia Institute, APINDO Research Institute, HIPMI Institute, serta Prasasti Center for Policy Studies. Kelima lembaga riset asosiasi bisnis itu menempatkan produktivitas sebagai isu krusial bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Direktur Policy & Program IBC, Prayoga Wiradisuria, menekankan bahwa produktivitas tidak boleh dipahami secara sempit sebagai output per tenaga kerja. Ia menyebut produktivitas juga mencakup efisiensi, kualitas, serta kejelasan tujuan dalam merancang sistem kerja dan struktur perekonomian. Karena itu, IBC mendorong produktivitas sebagai gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, tenaga kerja, institusi pendidikan, hingga komunitas.

Forum IES 2026 turut mendorong konsolidasi agenda produktivitas nasional yang terintegrasi antara kebijakan dan praktik operasional dunia usaha. Produktivitas dipandang perlu diterjemahkan menjadi langkah-langkah aplikatif di tingkat sektor dan perusahaan agar berdampak nyata terhadap kinerja ekonomi nasional.

Sejalan dengan itu, pembahasan forum menekankan pentingnya menggerakkan agenda produktivitas melalui aksi kolaboratif lintas pemangku kepentingan. Pemerintah diharapkan membuka jalan lewat deregulasi dan insentif, sementara peningkatan produktivitas dinilai akan terjadi ketika dunia usaha mengubah cara beroperasi sehari-hari menjadi lebih efisien dan inovatif.