Makassar—Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-10 Konsulat Jenderal Australia di Makassar diisi dengan sesi story telling bertema “Marege” yang mengisahkan hubungan historis antara orang Makassar dan orang Marege atau Suku Aborigin di Australia.
Konsul Jenderal Australia Todd Dias mengatakan Konjen Australia hadir di Makassar sejak 2016 untuk memperkuat hubungan bilateral antara Australia dan wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Kisah yang dibawakan Marege Institut menggambarkan perjalanan perahu tradisional Makassar, Padewakang, yang berlayar di laut lepas dengan dipandu angin muson barat dari Selat Makassar menuju pantai utara Marege, yang kini dikenal sebagai Arnhem Land di Australia Utara.
Menurut cerita tersebut, sejak abad ke-17 orang Makassar melakukan pelayaran jauh bukan hanya untuk mencari komoditas laut seperti teripang (beche-de-mer), tetapi juga untuk menjalin hubungan dagang dan persaudaraan dengan penduduk asli Australia, terutama suku Yolngu.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-10 itu, Konjen Australia di Makassar juga menggelar sejumlah kegiatan yang ditujukan untuk mempererat hubungan antarkomunitas, terutama antara alumni Australia dan masyarakat lokal Makassar. Salah satu kegiatan yang digelar adalah gala dinner dan pertemuan alumni Australia yang mengundang para OzAlum (alumni program Australia) untuk berbagi pengalaman, termasuk menghadirkan booth produk UMKM mitra.
Todd Dias menyampaikan apresiasi dan menekankan bahwa orang asli Australia telah lama mengenal serta bersahabat dengan orang Makassar.
Sementara itu, Presiden Ikatan Alumni (IKA) Australia di Sulawesi Selatan, Prof Jamaluddin Jompa, mengatakan alumni Australia akan terus menyumbangkan ide dan dedikasi untuk mempererat hubungan bilateral Australia dan Indonesia, khususnya melalui alumni yang berada di Sulawesi Selatan.
Ia juga menegaskan hubungan Australia dan Indonesia, khususnya dengan Makassar, telah terjalin sejak sebelum masa kemerdekaan dan perlu terus dijaga.

