BERITA TERKINI
HSBC Perkirakan BI Lanjutkan Pelonggaran Suku Bunga pada 2026, Turun Total 75 Bps ke 4%

HSBC Perkirakan BI Lanjutkan Pelonggaran Suku Bunga pada 2026, Turun Total 75 Bps ke 4%

HSBC memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan melanjutkan pelonggaran kebijakan suku bunga acuan pada 2026. Proyeksi itu disampaikan Managing Director sekaligus Chief India Economist and Macro Strategist ASEAN Economist HSBC, Pranjul Bhandari, dalam media briefing pada Senin (12/1/2026).

Menurut Bhandari, BI diperkirakan menurunkan suku bunga acuan dengan total 75 basis poin hingga mencapai level 4%. Penurunan tersebut diproyeksikan dilakukan bertahap sebanyak tiga kali, dari kuartal I hingga kuartal III 2026.

Ia menilai ruang pelonggaran moneter masih terbuka seiring meredanya tekanan inflasi dan masih adanya kesenjangan output dalam perekonomian domestik. HSBC memperkirakan inflasi Indonesia tahun ini tetap terjaga dalam target BI 1,5%–3,5%, yakni sekitar 2,5%.

Bhandari menyebut proyeksi inflasi itu didukung oleh harga energi yang tetap rendah, sementara inflasi inti dipengaruhi disinflasi ekspor dari China. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memberi BI ruang untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut sekaligus tetap mendukung pertumbuhan.

Meski demikian, ia menekankan keputusan penurunan suku bunga akan bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah. Bhandari menilai BI tidak akan menurunkan suku bunga ketika rupiah sedang melemah.

HSBC mencatat, meski dolar AS melemah, rupiah telah terdepresiasi sekitar 1,5% terhadap dolar AS sejak pertengahan September 2025 dan melemah 3,5% sejak awal 2025. Karena itu, Bhandari memperkirakan pemangkasan suku bunga pada 2026 akan bersifat oportunistik, dengan BI mencari peluang ketika dolar terlihat melemah dan terdapat ruang untuk memangkas suku bunga.