HashSTACS.HK, penyedia infrastruktur aset digital global yang berbasis di Hong Kong, mengumumkan masuk dalam daftar “KPMG China 2025 FinTech 50”. Pengakuan tersebut diberikan atas inovasi berkelanjutan dan kepemimpinan perusahaan dalam aspek kepatuhan regulasi di sektor teknologi finansial.
Dalam daftar penerima penghargaan tahun ini, HashSTACS.HK juga disebut sebagai perusahaan perwakilan pada kategori infrastruktur likuiditas Real-World Asset (RWA). Program KPMG China FinTech 50 menilai perusahaan melalui sejumlah dimensi, termasuk kapabilitas teknologi, inovasi, pengakuan pasar, serta standar tata kelola, dengan tujuan mengidentifikasi institusi yang mendorong transformasi digital industri keuangan.
Menurut perusahaan, pencapaian ini menempatkan HashSTACS.HK sejajar dengan sejumlah pelaku industri lain yang tercantum dalam daftar tersebut, seperti WeBank, HashKey Group, dan OSL Group. HashSTACS.HK menilai pengakuan ini mencerminkan kekuatan mereka dalam keamanan finansial, standar kepatuhan, dan layanan berkelas institusi.
HashSTACS.HK menyatakan mereka mengembangkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT) dan sistem perdagangan milik sendiri untuk mengatasi inefisiensi yang selama ini terjadi pada investasi lintas negara, perdagangan, serta proses penyelesaian (settlement) aset keuangan tradisional. Dengan memanfaatkan kerangka regulasi Hong Kong, perusahaan membangun infrastruktur berorientasi kepatuhan yang ditujukan untuk menyediakan solusi keuangan digital yang aman dan dapat diskalakan bagi klien institusional.
Dari sisi operasional, perusahaan menyebut fokusnya berada pada sektor stablecoin dan RWA, yang diposisikan sebagai prioritas dalam agenda pengembangan aset digital di Hong Kong. Platform utama mereka, RWALinks, dirancang sebagai jembatan yang patuh regulasi dan dapat diskalakan antara aset dunia nyata berkualitas tinggi dan likuiditas on-chain global.
Perusahaan menyampaikan beberapa capaian RWALinks hingga saat ini, di antaranya volume transaksi kumulatif yang telah melampaui USD 2 miliar dalam beberapa bulan sejak peluncuran. Selain itu, volume perdagangan harian rata-rata disebut terus meningkat seiring permintaan institusional terhadap produk RWA. RWALinks juga diklaim telah terhubung dengan sejumlah lembaga keuangan berlisensi dan penerbit stablecoin besar melalui antarmuka terstandarisasi, dengan tujuan mengurangi hambatan dalam tokenisasi aset dan aktivitas perdagangan.
Eric Mob dari HashSTACS.HK mengatakan masuknya perusahaan dalam daftar KPMG China FinTech 50 menjadi validasi atas strategi yang mengutamakan kepatuhan dan pembangunan infrastruktur. Ia juga menilai posisi Hong Kong sebagai pusat aset digital global memberikan fondasi kuat bagi pengembangan ekosistem RWA dan stablecoin.
Ke depan, HashSTACS.HK menyatakan akan melanjutkan pengembangan RWALinks sebagai platform inti, dengan peningkatan kinerja infrastruktur dan penyelarasan regulasi untuk mendorong efisiensi modal serta mendukung terbentuknya ekosistem keuangan digital yang kompetitif secara global di Hong Kong.

