Harga emas dunia mencatat penguatan tajam sepanjang pekan ini. Dari posisi penutupan Jumat pekan sebelumnya di level USD4.594,72 per troy ons, harga emas naik hingga USD4.982,57 per troy ons pada akhir pekan ini. Secara akumulatif, kenaikannya sekitar 8,44%, mencerminkan sentimen pasar yang kuat terhadap emas selama sepekan.
Penguatan terlihat sejak awal pekan. Pada Senin, harga emas naik ke USD4.669,69 per troy ons. Kenaikan berlanjut pada Selasa saat emas menguat lebih agresif ke USD4.760,02 per troy ons, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.
Momentum reli berlanjut pada Rabu ketika harga menembus USD4.836,14 per troy ons. Tren naik ini menunjukkan pelaku pasar terus menambah posisi beli di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang dinilai mendukung pergerakan emas.
Pada Kamis, emas kembali melesat ke USD4.936,29 per troy ons. Sentimen bullish masih mendominasi, dengan pasar cenderung mengabaikan potensi koreksi jangka pendek dan lebih fokus pada prospek penguatan lanjutan.
Menutup pekan, harga emas naik lagi menjadi USD4.982,57 per troy ons pada Jumat. Pergerakan ini menegaskan tren penguatan yang konsisten dari awal hingga akhir pekan, sekaligus memperlihatkan dominasi sentimen positif di pasar emas global.
Sejumlah faktor disebut memengaruhi pergerakan harga emas dalam sepekan. Sentimen geopolitik menjadi pendorong utama, terutama ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait rencana tarif serta isu Greenland. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap situasi global dan mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset aman.
Namun, arah sentimen sempat berubah setelah muncul pernyataan yang lebih menenangkan dari pihak Amerika Serikat. Sikap yang lebih moderat dinilai meredakan ketegangan dengan Eropa, sehingga pasar menjadi lebih tenang. Dampaknya, minat terhadap aset berisiko meningkat dan dukungan terhadap emas sempat melemah dalam jangka pendek.
Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi terhadap arah suku bunga The Federal Reserve turut menopang sentimen emas. Pasar menilai ruang pelonggaran kebijakan masih terbuka di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global, sehingga menjaga daya tarik emas.
Pergerakan dolar Amerika Serikat juga berperan dalam membentuk tren emas. Pelemahan dolar mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap aset berbasis Amerika di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan, yang pada gilirannya meningkatkan minat investor global terhadap emas sebagai alternatif penyimpan nilai.
Selain faktor fundamental, pergerakan pasar turut dipengaruhi faktor teknikal seperti aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio setelah reli panjang. Tekanan ini disebut bersifat sementara. Hingga akhir pekan, sentimen pasar emas dinilai tetap relatif konstruktif meski diwarnai fluktuasi akibat perubahan isu global.

