Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dijual melalui gerai Logam Mulia tercatat naik pada Sabtu, 24 Januari 2026. Harga emas Antam naik Rp 7.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.880.000 per gram menjadi Rp 2.887.000 per gram.
Sejalan dengan itu, harga beli kembali (buyback) juga meningkat Rp 7.000 per gram, dari Rp 2.715.000 per gram menjadi Rp 2.722.000 per gram. Dengan perkembangan tersebut, selisih antara harga jual emas dan harga buyback hari ini berada di level Rp 165.000 per gram.
Antam selama ini menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan, yakni harga jual (saat konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia) dan harga buyback (saat konsumen menjual kembali emas ke gerai Logam Mulia). Artinya, jika pada pagi hari seseorang membeli emas di harga Rp 2.887.000 per gram, lalu harus menjual kembali pada hari yang sama, maka harga buyback yang berlaku adalah Rp 2.722.000 per gram.
Perbedaan antara harga jual dan buyback tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan investor emas batangan dalam menghitung potensi untung atau rugi. Dengan spread yang relatif lebar, emas kerap dipandang lebih cocok untuk investasi jangka panjang, dengan harapan kenaikan harga ke depan dapat menutup selisih tersebut sekaligus memberikan keuntungan.
Berikut ilustrasi potensi laba berdasarkan harga buyback hari ini Rp 2.722.000 per gram, jika pembelian dilakukan pada beberapa periode sebelumnya:
• Beli 17 Januari 2026 (Rp 2.663.000 per gram): 2,22% (untung)
• Beli 24 Desember 2025 (Rp 2.590.000 per gram): 5,10% (untung)
• Beli 24 Oktober 2025 (Rp 2.354.000 per gram): 15,63% (untung)
• Beli 24 Juli 2025 (Rp 1.945.000 per gram): 39,95% (untung)
• Beli 24 April 2025 (Rp 1.969.000 per gram): 38,24% (untung)
• Beli 24 Januari 2025 (Rp 1.608.000 per gram): 69,28% (untung)
• Beli 24 Oktober 2024 (Rp 1.515.000 per gram): 79,67% (untung)
• Beli 24 Juli 2024 (Rp 1.406.000 per gram): 93,60% (untung)
• Beli 24 April 2024 (Rp 1.320.000 per gram): 106,21% (untung)

