GWM Indonesia menegaskan strategi bisnisnya dengan mengedepankan nilai produk dan layanan purnajual di tengah dinamika persaingan pasar otomotif nasional, termasuk perang harga yang ramai terjadi pada merek-merek asal China. Perusahaan menyebut perluasan jaringan layanan menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan konsumen yang tidak hanya mempertimbangkan harga.
Persepsi soal harga kendaraan GWM yang dinilai tinggi turut disoroti. Menanggapi hal itu, Bagus Susanto dari GWM Indonesia menyatakan bahwa harga mobil listrik ORA saat ini berada di angka Rp369 juta, bukan di atas Rp500 juta seperti yang kerap beredar. Ia menekankan bahwa perusahaan berfokus memberikan pelayanan optimal bagi konsumen di Indonesia.
Menurut Bagus, aspek harga tetap penting, namun bukan satu-satunya pertimbangan konsumen. Ia mengatakan pembeli juga melihat kualitas, fitur, dan teknologi yang ditawarkan, serta mencari value for money dari produk yang dipilih.
Bagus juga menyoroti pentingnya layanan komprehensif, mulai dari ketersediaan suku cadang hingga kualitas layanan perawatan dan servis. Untuk itu, GWM Indonesia memperluas jaringan agar lebih mudah dijangkau, termasuk hingga Yogyakarta, Semarang, dan Denpasar. Langkah ini ditujukan untuk memberi kemudahan serta rasa tenang bagi konsumen, terutama saat bepergian.
Melalui pendekatan tersebut, GWM Indonesia berharap dapat menawarkan solusi mobilitas yang tidak hanya mempertimbangkan sisi finansial, tetapi juga kenyamanan jangka panjang. Bagus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keputusan konsumen pada akhirnya ditentukan oleh penilaian terhadap keseluruhan paket yang ditawarkan, bukan semata-mata harga.

