BERITA TERKINI
Gen Z Kerap Sulit Menabung di Tengah Gaya Hidup Digital, Ini 10 Tips agar Tabungan Lebih Cepat Terkumpul

Gen Z Kerap Sulit Menabung di Tengah Gaya Hidup Digital, Ini 10 Tips agar Tabungan Lebih Cepat Terkumpul

Generasi Z kerap diasosiasikan dengan gaya hidup serba cepat, kreatif, dan dekat dengan dunia digital. Namun di balik dinamika itu, muncul tantangan finansial yang sering dihadapi: sulit menabung secara konsisten di tengah godaan konsumsi instan dan pengaruh media sosial.

Survei McKinsey 2024 mencatat lebih dari 60 persen Gen Z di Asia Tenggara mengaku kesulitan menabung secara rutin. Penyebabnya antara lain pengeluaran spontan dan dorongan gaya hidup digital. Padahal, tabungan sejak dini dinilai bukan semata soal uang, melainkan pondasi rasa aman dan kebebasan dalam menentukan pilihan hidup.

Menurut informasi dari laman Bank Saqu, di era yang penuh ketidakpastian, mengandalkan penghasilan rutin tanpa cadangan keuangan bukanlah pilihan bijak. Tabungan dapat menjadi dasar menuju kebebasan finansial, baik untuk dana darurat, pendidikan, liburan, hingga modal memulai bisnis. Dengan memiliki tabungan impian, keputusan hidup dapat dijalani dengan lebih tenang dan terencana.

Berikut 10 tips finansial yang dapat membantu Gen Z menabung lebih konsisten dan mempercepat tercapainya target tabungan.

1. Tentukan tujuan yang spesifik
Alih-alih sekadar menulis “ingin menabung”, buat target yang jelas, misalnya menyiapkan Rp20 juta untuk membeli laptop dalam 10 bulan. Target yang spesifik membantu menjaga fokus dan komitmen.

2. Terapkan prinsip SMART
Pastikan target menabung memenuhi prinsip Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Target yang terukur memudahkan pemantauan progres sekaligus penyesuaian strategi.

3. Pahami arus kas pribadi
Ketahui secara rinci uang masuk dan keluar setiap bulan. Aplikasi pencatat keuangan dapat membantu mengidentifikasi pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dialihkan menjadi tabungan.

4. Pisahkan rekening tabungan dan harian
Mencampur dana kebutuhan harian dan tabungan berisiko membuat uang tabungan terpakai tanpa disadari. Rekening khusus tabungan membantu menjaga dana lebih aman dari godaan belanja.

5. Manfaatkan fitur otomatis bank digital
Fitur autodebet atau penetapan target dapat membantu membangun disiplin menabung. Dengan sistem otomatis, proses menabung dapat berjalan tanpa harus terus diingat.

6. Mulai dari nominal kecil, tetapi konsisten
Tidak harus langsung menabung dalam jumlah besar. Menabung Rp100 ribu per minggu secara konsisten, misalnya, dapat berkembang menjadi jutaan rupiah dalam setahun.

7. Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Evaluasi pengeluaran rutin, mulai dari langganan aplikasi hingga kebiasaan membeli kopi. Penghematan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak besar dalam jangka panjang.

8. Cari penghasilan tambahan
Pekerjaan lepas, pembuatan konten, atau berjualan online dapat menjadi sumber pemasukan ekstra. Salah satu cara yang disarankan adalah menyisihkan minimal 30 persen dari penghasilan tambahan langsung ke tabungan.

9. Tingkatkan literasi keuangan
Membaca artikel finansial, menonton video edukasi, atau mengikuti webinar dapat membantu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. Disebutkan pula oleh Empower bahwa pengetahuan merupakan aset penting untuk menjaga tabungan tetap bertumbuh.

10. Hindari utang konsumtif
Kredit atau paylater perlu digunakan secara bijak. Utang untuk kebutuhan produktif masih dapat dipertimbangkan, tetapi utang konsumtif berisiko menggerus kemampuan menabung.

Di tengah tekanan gaya hidup cepat dan serba digital, konsistensi menjadi kunci. Dengan tujuan yang jelas, pengelolaan arus kas yang rapi, serta kebiasaan menabung yang terencana, Gen Z dapat membangun tabungan sebagai bekal menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan.