PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai memasok liquefied natural gas (LNG) ke Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat untuk mendukung keandalan pasokan energi, khususnya bagi pembangkit listrik dan sektor industri yang membutuhkan gas sebagai energi primer.
Direktur Operasi & Komersial PT Nusantara Regas (NR) Mahfud Fauzi menyampaikan FSRU Jawa Barat yang dioperasikan NR telah menerima pasokan LNG perdana dari PGN. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan gas nasional untuk sektor-sektor strategis serta mempertegas peran jangka panjang Nusantara Regas dalam sistem energi nasional.
“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas telah menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik dan industri,” kata Mahfud, Minggu (25/1/2026).
Pasokan LNG tersebut direncanakan sebanyak tiga kargo sepanjang 2026 dan bersumber dari Kilang LNG Tangguh, Papua. Melalui infrastruktur PGN, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 MMSCFD, dengan kemampuan operasi berkelanjutan (continuous operation) sebesar 60 MMSCFD untuk menjaga keandalan suplai.
Mahfud menambahkan, suplai LNG ini difokuskan untuk mendukung aktivitas pembangkitan listrik dan industri melalui pemanfaatan infrastruktur gas yang terintegrasi.
“Suplai LNG PGN dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara stabil dan berkesinambungan. Gas hasil regasifikasi selanjutnya disalurkan melalui sistem ORF Muara Karang dan jaringan pipa PGN untuk menjangkau pengguna akhir,” ujarnya.
Dalam rangkaian penyaluran ini, proses ship-to-ship transfer LNG berlangsung pada 19–21 Januari 2026. Kegiatan commissioning dan penyerahan gas PGN dilaksanakan pada 20 Januari 2026. Setelah itu, gas hasil regasifikasi dari FSRU Jawa Barat dialirkan melalui proses gas-in di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang sebelum disalurkan ke jaringan pipa gas.
Sebagai operator terminal LNG nasional, PT Nusantara Regas telah melayani dan menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG sejak 2012, terutama untuk mendukung pasokan energi sektor kelistrikan. Selama lebih dari satu dekade, perusahaan disebut berperan dalam menjaga ketersediaan gas bumi yang andal dan berkelanjutan seiring pertumbuhan permintaan energi nasional dan upaya transisi menuju energi yang lebih bersih.
Operasi LNG dan gas PGN ini, menurut keterangan perusahaan, terealisasi melalui kolaborasi para pemangku kepentingan di sektor gas, meliputi SKK Migas, Kementerian ESDM, pemasok LNG, PGN, Pertamina, PLN, dan NR selaku pengelola terminal.
Ke depan, Nusantara Regas menyatakan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi untuk menjawab kebutuhan energi nasional yang berkembang, sekaligus mendukung transisi energi menuju bauran yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, terutama bagi sektor kelistrikan dan industri.

