BERITA TERKINI
Lifting Migas Naik, Namun PNBP SDA Turun hingga September 2025

Lifting Migas Naik, Namun PNBP SDA Turun hingga September 2025

Tren lifting minyak dan gas (migas) tercatat meningkat. Suahasil menyebut lifting migas belakangan bergerak naik ke level 590.000 barel minyak per hari, atau tumbuh 1,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 579.000 barel per hari.

Meski naik, capaian tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 barel per hari.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah dilaporkan melemah 2,8% ke level Rp16.346 per dolar AS. Tahun lalu, rupiah sempat bertahan di level Rp15.896 per dolar AS.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) sebesar Rp159,6 triliun sepanjang Januari–September 2025. Realisasi itu lebih rendah 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp170,1 triliun.

Dari sisi migas, setoran PNBP mencapai Rp73,3 triliun hingga Januari–September 2025, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp82,5 triliun.

Sementara itu, setoran nonmigas tercatat Rp86,3 triliun pada Januari–September 2025, terkoreksi 1,2% secara tahunan. Sekitar 92% dari setoran nonmigas tersebut berasal dari kegiatan tambang mineral dan batu bara.

Suahasil juga menjelaskan tekanan pada sektor mineral dan batu bara (minerba) terjadi seiring penurunan harga batu bara acuan (HBA) sebesar 6,7% dan turunnya volume produksi 10,5%, sehingga royalti batu bara ikut turun 11,7%.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, HBA sepanjang Januari–September 2025 berada di level US$112,99 per ton, atau turun 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pelemahan harga itu sejalan dengan penurunan produksi yang tercatat minus 10,5% menjadi 564,78 juta ton per September 2025. Dampaknya, royalti batu bara yang dipungut negara menyusut 11,7% menjadi Rp50,8 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi PNBP dari seluruh sektor per September 2025 mencapai Rp344,9 triliun. Angka ini terkontraksi 19,8% dibandingkan PNBP periode sebelumnya sebesar Rp430,3 triliun.

Di sisi perdagangan luar negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara sepanjang Januari–Agustus 2025 turun 20,99% menjadi US$15,82 miliar, dari US$20,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Deputi Bidang Statistik BPS M. Habibullah mengatakan penurunan nilai ekspor tersebut juga diikuti penyusutan volume pengiriman.

Volume ekspor batu bara hingga Agustus 2025 terkoreksi 5,16% menjadi 251,13 juta ton, lebih rendah dibandingkan 264,78 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata unit nilai ekspor batu bara turut turun 16,62% menjadi US$63,48 per ton dari US$76,14 per ton.

Namun, sejumlah komoditas nonmigas unggulan lainnya mencatatkan kenaikan. Ekspor besi dan baja meningkat 10,24% menjadi US$18,29 miliar dari US$16,59 miliar. Ekspor CPO dan turunannya juga menguat 35,23% menjadi US$16,66 miliar dari US$12,32 miliar pada periode yang sama tahun lalu.