BERITA TERKINI
Fauzi Purwolaksono dan Januari Sumbang Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Fauzi Purwolaksono dan Januari Sumbang Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Dua atlet disabilitas asal Kalimantan Barat, Fauzi Purwolaksono dan Januari, mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Keduanya meraih kemenangan dari cabang berbeda—para atletik dan para renang—serta mencatatkan capaian penting bagi perjalanan karier mereka di level Asia Tenggara.

Fauzi Purwolaksono tampil sebagai juara di nomor lempar lembing putra Men’s Javelin F57. Atlet asal Kabupaten Kubu Raya itu memastikan medali emas lewat lemparan sejauh 43,77 meter pada Kamis (22/1), sekaligus melanjutkan catatan tiga kali berturut-turut meraih emas di ajang ASEAN Para Games.

Di balik prestasinya, Fauzi menjalani keseharian jauh dari sorotan. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kubu Raya dengan status pegawai kontrak. Kondisi ekonomi dan status pekerjaannya disebut tidak mengurangi tekadnya untuk terus berprestasi.

Perjalanan Fauzi menuju olahraga disabilitas berawal dari kecelakaan lalu lintas pada 2007 yang dialaminya bersama sang ayah dan menyebabkan kaki kanannya patah. Setelah melalui masa pemulihan, ia mulai menata ulang hidupnya, bekerja sebagai tenaga kebersihan, dan kemudian menekuni olahraga. Ia memulai langkah di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2012 di Riau dan terus mengembangkan kemampuan hingga tampil di tingkat internasional.

Sementara itu, Januari mengukir prestasi dari kolam renang. Perenang asal Pontianak itu meraih emas nomor 200 meter gaya bebas S5 putra sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games. Atlet berusia 22 tahun tersebut mencatatkan waktu 2 menit 49,83 detik, lebih cepat dari rekor sebelumnya 2 menit 51,20 detik.

Dalam perlombaan itu, Januari mengungguli atlet Malaysia M Nur Syaiful yang finis di posisi kedua dan wakil tuan rumah Thailand Phuchit Aingchaiyap di posisi ketiga. Januari menyebut dukungan serta doa ibunya menjadi sumber kekuatan yang membantunya mengatasi tekanan dan rasa gugup saat bertanding.

“Alhamdulillah, dukungan dan doa paling ampuh dari ibu yang membuat saya percaya diri untuk memberikan yang terbaik,” ujar Januari, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Emas di Thailand menjadi tonggak penting bagi Januari. Dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, ia disebut diminta tampil maksimal tanpa target khusus, namun ia mampu melampaui ekspektasi dengan meraih gelar juara. Medali itu juga menjadi emas internasional pertamanya di ASEAN Para Games, setelah pada APG 2023 di Kamboja ia meraih tiga perak—dua dari nomor individu dan satu dari estafet.

Dua medali emas dari Fauzi dan Januari menegaskan kontribusi atlet disabilitas asal Kalimantan Barat bagi kontingen Indonesia di Asia Tenggara. Capaian keduanya juga menyoroti potensi atlet daerah yang kerap menghadapi keterbatasan fasilitas, ekonomi, dan perhatian, namun tetap mampu bersaing dan meraih hasil tertinggi di ajang internasional.