BERITA TERKINI
Fadli Zon: Kebudayaan Bukan Beban Anggaran, tetapi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Fadli Zon: Kebudayaan Bukan Beban Anggaran, tetapi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan kebudayaan tidak semestinya diposisikan sebagai beban anggaran atau cost center. Ia menilai kebudayaan justru menyimpan potensi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber soft power Indonesia di tingkat global.

Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam diskusi budaya yang diselenggarakan Infobank Media Group bertajuk Pembangunan Ekonomi Berbasis Seni dan Pelestarian Budaya di Jakarta, Kamis (22/1). “Seringkali kebudayaan dianggap sebagai cost center, padahal budaya ini justru bisa menjadi satu engine of growth,” ujarnya.

Fadli menyoroti bahwa sejumlah negara maju telah lama menjadikan budaya sebagai bagian dari cultural economy serta cultural and creative industry (CCI). Menurutnya, dengan kekayaan budaya yang besar, Indonesia seharusnya memiliki peluang kuat untuk berada di barisan depan dalam pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga memperkenalkan istilah “mega diversity” untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia yang dinilainya melampaui konsep keberagaman pada umumnya. Ia menyebut Indonesia memiliki 1.340 kelompok etnik dan 718 bahasa sebagai modal penting untuk mengembangkan ekonomi berbasis budaya. “Diversity saja tidak cukup menampung budaya Indonesia. Kita ini mega diversity, dari Sabang sampai Merauke, dari Myanmar sampai Pulau Rote,” tuturnya.