Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pelemahan untuk sesi kelima berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 1,1510 pada sesi Asia hari Selasa. Penurunan ini terjadi ketika Dolar AS mendapat dukungan dari sentimen pasar yang lebih hati-hati terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjelang Desember.
Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember masih jauh dari kepastian. Ia juga mengingatkan bahwa para pembuat kebijakan mungkin perlu mengambil pendekatan “tunggu dan lihat” hingga pelaporan data resmi kembali berjalan.
Perubahan ekspektasi pasar terlihat pada kontrak berjangka suku bunga. Berdasarkan Alat CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember kini diperkirakan sekitar 65%, turun dari 94% sepekan sebelumnya.
Di sisi lain, Dolar AS berpotensi menghadapi tantangan karena pelaku pasar tetap waspada terhadap dampak penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan. Kebuntuan pendanaan telah memasuki minggu keenam tanpa tanda penyelesaian yang jelas di tengah perbedaan di Kongres terkait rancangan undang-undang pendanaan yang didukung Partai Republik. Kondisi ini turut menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi, seiring pekerja federal yang belum menerima pembayaran.
Meski demikian, penurunan EUR/USD dinilai berpeluang terbatas karena euro dapat memperoleh dukungan dari ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan mengubah suku bunga lagi hingga akhir tahun. Pelaku pasar saat ini tidak memprakirakan adanya penyesuaian suku bunga tambahan dari ECB dalam sisa tahun ini.
ECB sebelumnya mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk tiga pertemuan berturut-turut, termasuk keputusan pada Oktober yang digelar pekan lalu, sesuai perkiraan. Dalam pernyataannya, ECB menilai prospek inflasi secara umum tetap stabil, ekonomi masih tumbuh, dan ketidakpastian tetap ada.
Sejumlah data terbaru juga menunjukkan inflasi Zona Euro melambat sedikit di atas target 2% ECB, sementara pertumbuhan PDB kuartal ketiga melampaui ekspektasi. Selain itu, survei bisnis Oktober mengindikasikan adanya perbaikan sentimen secara keseluruhan.
Dari kalangan pembuat kebijakan, Francois Villeroy de Galhau menyebut bank sentral berada dalam posisi yang baik setelah keputusan Oktober, meski menegaskan posisi tersebut bukan sesuatu yang tetap. Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Latvia Martins Kazaks menilai risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan di Zona Euro kini lebih seimbang. Ia menambahkan bahwa bank sentral akan bertindak bila diperlukan, namun perlu menghindari respons yang terburu-buru.

