Pasangan mata uang EUR/USD melemah pada Jumat dan bergerak di sekitar 1,1720, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi lebih dari dua setengah bulan di 1,1762 pada Kamis. Pelemahan ini membawa EUR/USD turun di bawah area 1,1730, menandai koreksi moderat usai reli dua hari terakhir.
Meski terkoreksi, tren yang lebih luas masih cenderung bullish. Salah satu penopangnya adalah pelemahan Dolar AS yang meluas, seiring pasar menilai perbedaan arah kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve AS (The Fed) yang kian menonjol dan membatasi ruang penguatan USD.
Indeks USD—yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama—diperdagangkan di level terendah dua bulan di sekitar 98,00. Pelaku pasar terus memperhitungkan peluang pelonggaran lanjutan dari The Fed, sementara sebagian besar bank sentral utama dinilai sudah mendekati akhir siklus pelonggaran masing-masing.
The Fed memangkas suku bunga pada pekan ini dan memberi sinyal kemungkinan satu pemotongan suku bunga lagi pada 2026. Namun, investor masih memprakirakan bank sentral AS akan melonggarkan kebijakan moneter setidaknya dua kali. Ekspektasi tersebut turut dipengaruhi spekulasi bahwa Ketua The Fed Jerome Powell berpotensi digantikan oleh Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih yang dipandang lebih dovish dan beberapa kali menunjukkan kecenderungan mendukung penurunan biaya pinjaman secara signifikan.
Dari sisi data, inflasi konsumen Jerman mengonfirmasi tekanan harga meningkat pada November. Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (HICP) Jerman tercatat naik menjadi 2,6% secara tahunan dari 2,3% pada bulan sebelumnya, sementara secara bulanan harga turun 0,5%. Karena angka tersebut mengonfirmasi data pendahuluan, dampaknya terhadap pergerakan Euro dinilai terbatas.
Di Amerika Serikat, data klaim tunjangan pengangguran yang dirilis Kamis menunjukkan lonjakan pengajuan awal sebesar 44.000 pada pekan pertama Desember menjadi 236.000. Kenaikan ini disebut sebagai yang terbesar dalam lebih dari empat tahun dan memperkuat pandangan bahwa The Fed dapat terdorong menurunkan suku bunga lebih lanjut untuk menopang pasar tenaga kerja yang memburuk.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada komentar publik dari sejumlah pejabat The Fed pada sesi perdagangan AS, yakni Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee, dan Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid. Pernyataan mereka dinanti untuk memberi petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter.
Dari sisi teknikal, EUR/USD terlihat mundur setelah reli hampir 1,2% dalam dua hari terakhir mendorong indikator ke area jenuh beli. Relative Strength Index (RSI) 4-jam berada di 63 setelah sempat mencapai di atas 70, sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terpantau mendatar, mengindikasikan melemahnya momentum bullish.
Area support yang diuji pasar berada di sekitar 1,1730, bertepatan dengan level tertinggi 17 Oktober. Jika tembus, perhatian dapat bergeser ke area 1,1680 (terendah Kamis) dan 1,1615 (terendah 9 Desember). Sementara itu, di sisi atas, level 1,1762 (tertinggi Kamis) dan area sekitar 1,1780 (tertinggi 1 Oktober) berpotensi menjadi tantangan berikutnya bagi pembeli, dengan target lanjutan di sekitar 1,1820 (tertinggi 23–24 September).

