BERITA TERKINI
EUR/USD Melemah Usai Sikap Hawkish The Fed dan ECB Pertahankan Suku Bunga

EUR/USD Melemah Usai Sikap Hawkish The Fed dan ECB Pertahankan Suku Bunga

Pasangan mata uang EUR/USD menutup Oktober dalam kondisi lemah dan nyaris bertahan di atas level terendah tiga bulan di 1,1522 yang tercatat pada hari perdagangan terakhir bulan tersebut. EUR/USD juga mencatat penurunan selama dua pekan berturut-turut setelah keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Dari Amerika Serikat, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%–4%. Keputusan itu diwarnai dua perbedaan pendapat: Stephen Miran memilih pemotongan 50 basis poin, sementara Jeffrey Schmid memilih menahan suku bunga. The Fed juga mengumumkan berakhirnya program pengetatan kuantitatif (quantitative tightening/QT).

Meski keputusan dan pernyataan awalnya berdampak terbatas, pasar bergerak lebih jelas setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan konferensi pers. Powell dinilai mengambil nada hawkish dengan menyebut pemangkasan suku bunga sebagai langkah manajemen risiko, sembari menekankan bahwa pemotongan pada Desember tidak seharusnya dianggap pasti. Pernyataan itu mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar saham, seiring pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Powell juga menyoroti kesulitan menilai kondisi ekonomi di tengah penutupan pemerintah AS yang membuat sejumlah data resmi—terutama terkait ketenagakerjaan—tidak tersedia. Ia menyampaikan kemungkinan pendekatan yang lebih berhati-hati, tanpa menyatakan komitmen kebijakan tertentu.

Sementara itu dari Eropa, ECB mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar. Suku bunga operasi pembiayaan utama, fasilitas pinjaman marjinal, dan fasilitas deposito masing-masing tetap di 2,15%, 2,4%, dan 2%. Keputusan tersebut tidak mengejutkan mengingat siklus pelonggaran ECB dimulai lebih awal dibanding The Fed—ECB mulai memangkas suku bunga pada Juni 2024 dan telah melakukan delapan kali pemotongan hingga mencapai tingkat yang dinilai netral, dengan tekanan harga yang tidak menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan yang digambarkan moderat namun stabil.

Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan ECB berada dalam posisi yang baik dan siap memastikan inflasi stabil di target 2% dalam jangka menengah. Lagarde juga menyebut beberapa risiko penurunan terhadap pertumbuhan telah mereda, namun menilai kondisi inflasi berbeda. Meski demikian, keputusan ECB tidak memberikan dorongan berarti bagi euro, dan EUR/USD melanjutkan penurunan setelah pasar mencerna hasil rapat tersebut.

Di luar kebijakan bank sentral, perhatian pasar juga tertuju pada penutupan pemerintah AS yang telah berlangsung selama sebulan. Pemerintah federal kehabisan dana pada 1 Oktober, sementara Senat belum menyetujui undang-undang untuk mengakhiri situasi tersebut. Pasar disebut semakin memperhatikan potensi dampak jangka panjang, meski reaksi sejauh ini masih relatif tenang.

Isu perang dagang turut menjadi sorotan. Perkembangan dinilai cenderung positif setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan. Keduanya mengumumkan de-eskalasi langkah terbaru, termasuk penurunan tarif AS terkait fentanyl menjadi 10% dan komitmen Tiongkok untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS. Beijing juga menangguhkan kontrol ekspor tanah jarang serta sepakat menjajaki kerja sama di sektor energi.

AS juga mengumumkan peningkatan kesepakatan perdagangan dengan Jepang, termasuk kerangka koordinasi mineral penting. Setelah pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi, AS menyatakan tarif 15% untuk barang Jepang—turun dari ancaman awal 25%—sementara Jepang berjanji menginvestasikan US$550 miliar di industri AS dan membuka pasar untuk beberapa produk Amerika seperti beras, mobil, dan peralatan pertahanan.

Dari sisi data, rilis ekonomi Jerman menunjukkan hasil beragam. Survei Iklim Bisnis IFO membaik pada Oktober menjadi 88,4 dari 87,7 pada September. Namun, survei GfK menunjukkan Keyakinan Konsumen memburuk menjadi -24,1 untuk November dari -22,3 sebelumnya. Estimasi awal PDB kuartal III menunjukkan ekonomi Jerman tidak tumbuh pada periode tiga bulan hingga September, membaik dibanding -0,3% pada kuartal II namun tetap mengecewakan. Estimasi awal HICP Oktober naik 2,3% secara tahunan sesuai perkiraan, sementara secara bulanan naik 0,3%, sedikit di atas 0,2% pada September.

Di Zona Euro, PDB kuartal III naik 0,2% secara kuartalan, lebih baik dari 0,1% sebelumnya. Keyakinan Konsumen Oktober bertahan di -14,2, sejalan dengan September dan ekspektasi. Estimasi awal HICP Oktober tercatat 2,1% tahunan, turun dari 2,2% sebelumnya, sedangkan inflasi inti tahunan stabil di 2,4%, lebih tinggi dari perkiraan 2,3%.

Pekan berikutnya, agenda data mencakup estimasi akhir PMI Manufaktur S&P Global Oktober untuk AS dan Zona Euro, serta PMI Manufaktur ISM AS pada Senin. Jerman dijadwalkan merilis Pesanan Pabrik September, sementara Zona Euro menerbitkan Indeks Harga Produsen untuk bulan yang sama pada Rabu. Pada hari yang sama, S&P Global akan merilis PMI Jasa dan PMI Gabungan untuk kedua ekonomi, sedangkan AS merilis data Perubahan Ketenagakerjaan ADP Oktober dan PMI Jasa ISM. Zona Euro juga dijadwalkan merilis Penjualan Ritel September pada Kamis. Sejumlah pejabat ECB dan The Fed juga diperkirakan tampil di media setelah periode blackout berakhir.

Dari sisi teknikal, EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1528 pada grafik harian. SMA 20 hari yang menurun berada di bawah 1,1622, sementara SMA 100 hari berada di 1,1665 dan tidak menunjukkan arah jelas. SMA 200 hari berada di 1,1314 dan masih berada di bawah harga saat ini, sehingga dipandang sebagai penopang jika terjadi penurunan lebih lanjut. Selama harga bertahan di bawah SMA 20 dan 100 hari, arah yang lebih mungkin dinilai tetap ke bawah.

Indikator Momentum harian berada di wilayah negatif, mengindikasikan tekanan turun berkurang namun belum hilang. RSI juga menurun ke 36,5—di bawah level 50 dan belum memasuki area jenuh jual—yang memperkuat bias bearish. Pemulihan dinilai perlu menembus 1,1622 dan kemudian 1,1665 untuk mengurangi tekanan, sementara kegagalan berpotensi menyeret pasangan ini menguji SMA 200 hari di 1,1314.

Pada grafik mingguan, EUR/USD berada di bawah SMA 20 minggu di 1,1674, namun masih di atas SMA 100 minggu dan SMA 200 minggu yang naik di 1,1016 dan 1,0836. Indikator Momentum mingguan sedikit negatif dan bergerak di sekitar garis tengah, sedangkan RSI mingguan datar di sekitar 50, mencerminkan sikap yang cenderung netral. Penutupan mingguan yang tegas di atas 1,1674 dinilai diperlukan untuk menghidupkan kembali peluang kenaikan, sementara kegagalan menembusnya berisiko membuat EUR/USD bergerak dalam kisaran dan perlahan mengarah ke 1,1016, dengan 1,0836 sebagai dukungan yang lebih dalam.