Super Bowl LX 2026 kembali menjadi panggung besar bagi merek-merek yang ingin menampilkan cara baru berinteraksi dengan konsumen, termasuk dari sektor layanan keuangan digital. Dari taruhan olahraga hingga pengelolaan keuangan bisnis dan pelaporan pajak, sejumlah iklan menonjol karena menggabungkan humor, budaya pop, serta ajakan beraksi langsung lewat aplikasi.
Berikut empat iklan bertema fintech yang paling menarik perhatian dalam rangkaian Super Bowl LX 2026.
1. Fanatics Sportsbook: taruhan olahraga bertemu budaya pop
Fanatics Sportsbook mencatat debutnya di Super Bowl LX 2026 lewat kampanye “Bet On Kendall”. Iklan berdurasi 30 detik ini menampilkan Kendall Jenner dengan visual yang stylish dan nuansa humor, sekaligus menyasar audiens muda yang aktif di media sosial.
Dalam alur ceritanya, Jenner memainkan isu meme internet tentang “Kardashian Kurse”, menjadikannya bagian dari narasi satir mengenai strategi taruhan. Iklan ini tidak hanya membangun kesadaran merek, tetapi juga mendorong tindakan langsung melalui aplikasi Fanatics Sportsbook. Taruhan yang ditampilkan terhubung dengan fitur profit boost di aplikasi, sehingga penonton diajak berinteraksi lebih jauh daripada sekadar menonton.
2. Ramp: menyederhanakan iklan keuangan bisnis lewat komedi
Ramp kembali hadir di Super Bowl LX melalui kampanye “Multiply What’s Possible”. Dalam iklan 30 detik, Brian Baumgartner—aktor yang dikenal lewat serial The Office—muncul sebagai “World’s Most Famous Accountant”. Karakternya digambarkan kewalahan menghadapi tumpukan struk dan dokumen keuangan menjelang rapat besar.
Situasi berubah ketika ia menemukan Ramp, yang divisualisasikan lewat kemunculan banyak versi dirinya sendiri sebagai simbol efisiensi dan otomatisasi. Konsep iklan menekankan Ramp sebagai pengganda kapasitas kerja tim keuangan, dengan adegan absurd seperti crowd-surfing di atas “pasukan Brian”. Kampanye ini juga melanjutkan momentum dari aksi viral “Brian’s First Day as a CFO” pada Oktober 2025 yang disebut telah ditonton lebih dari 100 juta kali. Untuk mendukungnya, Ramp merilis tiga video media sosial tambahan yang menampilkan Andy Buckley, pemeran David Wallace di The Office, sebagai rekan finansial Brian.
3. TurboTax: membuat urusan pajak terasa lebih mudah
TurboTax kembali menjadi salah satu “veteran” iklan finansial di Super Bowl. Pada edisi ini, TurboTax menayangkan iklan terbaru yang dibintangi Adrien Brody dan dijadwalkan muncul tepat menjelang paruh waktu pertandingan.
Sebelumnya, TurboTax lebih dulu merilis teaser 30 detik pada sesi pragame serta teaser 15 detik menjelang kickoff. Konsep iklan bertolak dari anggapan bahwa urusan pajak sering memicu stres, frustrasi, dan drama—emosi yang lekat dengan karakter yang kerap diperankan Brody. Namun iklan ini membalik ekspektasi dengan menekankan bahwa TurboTax membuat proses pelaporan pajak lebih mudah, sehingga tidak perlu drama berlebihan. Dengan humor ringan, pesan yang dibawa diarahkan pada pemberdayaan finansial personal, terutama bagi penonton yang cenderung menunda urusan pajak hingga mendekati tenggat.
4. Uber Eats: satir ekonomi digital lewat “Is Football Selling Food?”
Meski bukan fintech murni seperti Ramp atau Fanatics, Uber Eats tetap masuk dalam deretan iklan yang menyita perhatian. Kampanye bertajuk “Is Football Selling Food?” menautkan kebiasaan konsumsi harian dengan pengalaman digital yang kian melekat dalam kehidupan modern, sekaligus menyelipkan satir tentang “konspirasi” bahwa pertandingan football diciptakan untuk mendorong penjualan makanan.
Dalam salah satu iklan 30 detik, Matthew McConaughey tampil mengendarai pickup truck sambil berteriak “Food!” dengan berbagai intonasi ke arah Bradley Cooper yang sedang berlari. Cooper, yang memakai topi Philadelphia Eagles, sempat menanyakan apakah McConaughey punya urusan lain, sebelum dijawab dengan kalimat, “It’s all food, Bradley!” Adegan ini menegaskan pesan utama Uber Eats tentang kaitan antara hiburan besar dan dorongan konsumsi di era layanan digital.
Keempat iklan tersebut menunjukkan bagaimana layanan finansial dan ekonomi digital semakin diposisikan sebagai bagian dari keseharian, dengan pendekatan kreatif yang mengandalkan humor, referensi budaya pop, serta ajakan berinteraksi melalui platform masing-masing.

