Di kawasan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, seorang pria tampak sibuk di depan dandang besar yang mengepulkan uap. Ia adalah Danil Heliyawanto, yang sebelumnya dikenal sebagai pengemudi ojek online (ojol) dan kini menekuni usaha kuliner bernama Bakso Khan-Khan.
Danil menjalani pekerjaan sebagai pengemudi ojol selama enam tahun, dari 2017 hingga 2022. Selama periode itu, penghasilannya bergantung pada order yang masuk melalui ponsel. Ia menilai pekerjaan di jalanan mengajarkannya tentang ketidakpastian, termasuk perubahan tarif yang semakin kompetitif. Danil, yang juga dikenal dengan panggilan Abret di komunitas ojol, mengatakan keseimbangan menjadi pelajaran penting, baik saat berkendara maupun saat meracik bumbu.
Sebelum menjadi pengemudi ojol, Danil memiliki pengalaman panjang di dunia kuliner. Ia bekerja selama 15 tahun, dari 2003 hingga 2017, di salah satu usaha bakso yang disebut legendaris di Tasikmalaya. Ia memulai dari posisi pelayan hingga kasir. Setelah sempat meninggalkan pekerjaan tersebut, pada 2022 Danil kembali dan dipercaya menjadi juru masak. Dari pengalaman itulah ia mengasah kemampuan meracik bumbu berdasarkan aroma dan rasa.
Kesempatan untuk membuka usaha sendiri datang dari relasi pertemanan. Andri yang dikenal dengan panggilan Gomes, sahabat Danil sejak masa sekolah di SMPN 5 Kota Tasikmalaya, menawarkan kerja sama sebagai pemodal. Kepercayaan itu menguat setelah Danil menyajikan mi buatannya di rumah sang sahabat. Anak Gomes yang disebut biasanya sulit makan, mampu menghabiskan tiga bungkus mi buatan Danil. Setelah itu, Gomes memesan 20 bungkus untuk karyawan kantornya. Dari momen tersebut, lahirlah Bakso Khan-Khan yang mulai beroperasi pada 1 September 2025.
Menurut cerita dalam laporan, usaha Bakso Khan-Khan telah berjalan selama empat bulan dan berlokasi di Purbaratu. Kedai ini buka pukul 10.00–21.00 WIB dan libur setiap hari Jumat. Danil memilih menutup usaha pada hari tersebut untuk menghormati pelaksanaan ibadah Salat Jumat agar ia dan tim dapat beribadah tanpa terganggu pekerjaan.
Dari sisi harga, pelanggan disebut bisa menikmati mi bakso yamin lengkap dengan minuman jus dengan biaya Rp20.000. Seorang pelanggan bernama Novy menilai paket tersebut terjangkau. Pelanggan lain, Nabila, mengaku puas dengan rasa dan harga, serta menyebut mi yang kenyal dan bakso yang menurutnya mantap.
Bagi Danil, usaha ini menjadi langkah untuk membangun kemandirian. Ia menggambarkan proses bakso di panci sebagai perumpamaan perjalanan hidup: terkadang tenggelam karena beban, namun akan mengapung ketika sudah matang.
Lokasi Bakso Khan-Khan disebut berada di pinggir jalan utama wilayah Purbaratu. Patokannya adalah Puskesmas Purbaratu; dari titik itu, pengunjung diminta melanjutkan sekitar 100 meter dan kedai berada di sebelah kiri jika datang dari arah Bebedahan/Kota. Akses lain dapat melalui Jalan Baru (Jl. Lingkar Utara) menuju Purbaratu, tidak jauh dari persimpangan atau akses utama ke kawasan Sukanagara.

