PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menjalin kerja sama dengan Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu) dalam penyaluran pinjaman (loan channeling). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi segmen masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia.
Merujuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia tercatat 92,74 persen, sementara literasi keuangan berada di angka 66,64 persen. Meski demikian, masih terdapat kelompok masyarakat underbanked yang belum memperoleh akses pembiayaan untuk mendukung aktivitas produktif.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menyebut kerja sama ini mengandalkan sistem credit scoring berbasis artificial intelligence (AI), aspek keamanan, kemudahan pengajuan pinjaman, serta transparansi. Easycash mencatat total penyaluran pinjaman lebih dari Rp81,97 triliun kepada lebih dari delapan juta penerima hingga September 2025.
“Kami pastikan pengajuan pinjaman berjalan cepat, efisien, dan terukur risikonya dengan teknologi mutakhir dari kami. Bersama Bank Saqu, kami bersama-sama menjamin transparansi penuh, perlindungan data pengguna, dan pemenuhan kewajiban compliance tertinggi,” ujar Nucky dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 November 2025.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendanaan dari lender perbankan di industri financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending meningkat 40,09 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp54,1 triliun per Juli 2025. Sementara itu, pembiayaan yang disalurkan industri P2P mencapai Rp87,6 triliun pada Agustus 2025, naik dari Rp84,6 triliun pada bulan sebelumnya.
Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan, mengatakan sinergi antara teknologi fintech dan ekosistem perbankan digital diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan melalui layanan yang lebih merata, aman, dan bertanggung jawab.
“Sinergi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan bagi solopreneur, UMKM, serta masyarakat underbanked untuk bertumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” kata Angela.
Menurut Angela, Bank Saqu saat ini telah memiliki lebih dari tiga juta nasabah. Pencapaian tersebut, lanjutnya, didukung oleh sejumlah produk seperti Saku Kredit, Busposito, Tabungmatic, dan Saku Booster yang ditujukan untuk membantu solopreneur, UMKM, dan masyarakat underbanked dalam mengelola keuangan.
Nucky menambahkan, kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, Easycash menyatakan ingin memastikan setiap individu dan pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.
“Dengan begitu, kami meyakini kemitraan strategis ini akan memberikan dampak secara nyata untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat,” kata Nucky.

