PALANGKA RAYA — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong PT Bank Kalteng untuk keluar dari zona nyaman dengan memperluas ekspansi bisnis ke luar daerah. Langkah ini dinilai penting agar bank milik daerah tersebut mampu bersaing dengan bank pembangunan daerah (BPD) besar lainnya di Indonesia.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin, mengatakan Bank Kalteng perlu memiliki keberanian untuk mempertimbangkan langkah go public dan memperluas jaringan kantor hingga ke pusat bisnis nasional.
“Ya tentu salah satu diantaranya mereka harus berani Go public, artinya bukan hanya jago kandang. Kapan perlu ke daerah lain pun ekspansi misalnya ke DKI Jakarta, kan daerah sana sumber duit semua, pengusaha pebisnis semua ada di DKI Jakarta,” kata Muhajirin usai rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi I DPRD Kalteng, Senin, 19 Januari 2026.
Selain mendorong ekspansi, DPRD Kalteng juga menilai Bank Kalteng perlu mengoptimalkan potensi lokal, terutama dari sektor korporasi besar yang beroperasi di wilayah tersebut. Muhajirin berharap Bank Kalteng dapat menjadi mitra utama perusahaan tambang dan perkebunan dalam pengelolaan transaksi keuangan mereka.
“Saya kira selain dari imbauan dari pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur, supaya pengusaha-pengusaha tambang yang berusaha di Kalteng, perkebunan, dan juga mereka bisa menanamkan modalnya atau transaksinya mereka ada di Bank Kalteng,” ujarnya.
Muhajirin juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Bank Kalteng, salah satunya dengan dukungan pengembangan teknologi yang terus dilakukan. Menurut dia, perkembangan teknologi seharusnya menjadi peluang bagi Bank Kalteng untuk mengikuti kebutuhan zaman.
“Kenapa tidak. Artinya teknologi kan sudah berkembang, tidak mungkinkah tidak mengikuti perkembangan zaman. Insha Allah Bank Kalteng tidak akan ketinggalan,” pungkasnya.

