Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, terutama yang berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Azis menilai dinamika geopolitik global dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan ikut berimbas pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Ia mencontohkan sejumlah situasi global, seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir, serta persoalan di wilayah Greenland.
Menurut Azis, fluktuasi kurs berpengaruh terhadap penyelenggaraan haji karena pembiayaan menggunakan tiga mata uang. Ia menyebut nilai tukar rupiah telah mendekati Rp17 ribu per dolar AS, yang dinilainya dapat berdampak pada biaya penyelenggaraan.
“Nilai tukar rupiah hari ini sudah mendekati Rp17 ribu per USD. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang, yakni rupiah, SAR, dan dolar,” kata Azis dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu juga menekankan perlunya mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan agar pelemahan rupiah tidak menambah beban jemaah haji. “Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai rupiah dan tidak beban bagi jemaah kita,” ujarnya.

