BERITA TERKINI
Dosen UMSURA: THR Lebaran Bisa Jadi Sarana Ajarkan Anak Mengelola Uang

Dosen UMSURA: THR Lebaran Bisa Jadi Sarana Ajarkan Anak Mengelola Uang

Momen Lebaran kerap identik dengan pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada anak. Selain menjadi tradisi yang dinantikan, THR juga dapat dimanfaatkan orang tua sebagai sarana mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini agar uang tidak cepat habis.

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Fatkur Huda, menilai pemberian THR merupakan kesempatan tepat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih bijak pada anak. Ia membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan orang tua sesuai usia anak.

Menurut Fatkur, tahap awal yang penting adalah memberikan pemahaman tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan. Ia menyebut pendekatan ini sudah bisa diajarkan kepada anak usia 4–6 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak mulai dapat diajak berdiskusi mengenai barang yang perlu dibeli karena kebutuhan atau sekadar keinginan.

Ia mencontohkan, orang tua dapat mengarahkan anak untuk mengalokasikan sebagian THR bagi kebutuhan sekolah yang menunjang pembelajaran.

Fatkur juga mengingatkan bahwa THR berpotensi membuat anak lebih konsumtif karena uang yang diterima kerap dianggap sebagai bonus. Karena itu, bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar, orang tua dapat mulai mengarahkan pengelolaan THR ke aktivitas yang lebih produktif agar tidak habis dalam waktu singkat.

Ia menyarankan kegiatan seperti menabung, investasi jangka pendek, atau belajar berwirausaha. Dalam tahap ini, orang tua perlu mendampingi anak menentukan tujuan dari tabungan, investasi, maupun usaha yang dilakukan, sehingga dapat dievaluasi ke depannya.

Untuk anak usia sekolah menengah pertama, Fatkur menilai pendekatan yang lebih dewasa diperlukan. Anak pada usia ini umumnya sudah memiliki pilihan sendiri dalam berbelanja. Orang tua tetap perlu mengingatkan nilai kebutuhan dan keinginan, lalu memberi ruang bagi anak untuk mengelola angpao atau THR miliknya dengan bijak.

Ia menambahkan, orang tua juga perlu memberi pemahaman tentang cara kerja uang yang tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga dapat menjadi alat investasi jangka panjang. Fatkur mencontohkan investasi dana pendidikan dengan membuka rekening atas nama anak sendiri atau investasi dalam bentuk emas.

Sementara untuk anak sekolah menengah atas yang masih dalam kategori remaja, Fatkur menekankan pentingnya pembelajaran tentang cara mencari uang sendiri. Meski kebutuhan anak pada usia ini masih menjadi tanggung jawab orang tua, ia menilai THR dapat menjadi media untuk menanamkan pemahaman mengenai kemandirian dalam memperoleh penghasilan.