BERITA TERKINI
Ditjenpas Sulteng Gandeng Dunia Usaha untuk Perluas Pasar Produk Warga Binaan

Ditjenpas Sulteng Gandeng Dunia Usaha untuk Perluas Pasar Produk Warga Binaan

Palu — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menggandeng dunia usaha untuk membuka akses pasar bagi produk hasil pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Langkah ini ditempuh agar program pembinaan kemandirian tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga pemasaran dan keberlanjutan ekonomi.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan mengatakan kemitraan dengan sektor usaha menjadi kunci agar pembinaan kemandirian memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Menurutnya, pembinaan harus menghasilkan nilai ekonomi agar warga binaan memperoleh kepercayaan diri, keterampilan, serta peluang reintegrasi sosial yang lebih kuat.

“Pembinaan kemandirian harus berujung pada nilai ekonomi. Ketika produk warga binaan diterima pasar, maka kepercayaan diri, keterampilan, dan peluang reintegrasi sosial mereka akan semakin kuat,” kata Bagus di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bukit Indah Doda Hotel & Resort sebagai langkah konkret untuk mendorong hilirisasi produk hasil pembinaan. Kerja sama ini, kata dia, sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya memastikan produk warga binaan memiliki kualitas, daya saing, dan kepastian pasar.

“Kami ingin memastikan hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan di balik tembok lapas, tetapi juga membuka jalan bagi produk warga binaan untuk masuk dan bersaing di pasar. Bagus menambahkan, upaya ini sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis inklusi sosial.

Sementara itu, Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort Rizal menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pemanfaatan dan pemasaran produk warga binaan, terutama hasil pertanian dan produk olahan yang dikembangkan melalui program pembinaan di lapas dan rumah tahanan.

“Kami melihat produk warga binaan memiliki kualitas dan potensi pasar. Kerja sama ini menjadi bentuk dukungan kami terhadap pembinaan yang produktif sekaligus pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” kata Rizal.