BERITA TERKINI
Disnakertrans NTB Tekankan Sinergi Kampus dan Industri untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja

Disnakertrans NTB Tekankan Sinergi Kampus dan Industri untuk Siapkan Lulusan Siap Kerja

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Muslim, ST., M.Si., mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha untuk menyiapkan lulusan yang siap memasuki pasar kerja dan mampu bersaing secara global.

Hal itu disampaikan Muslim saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembekalan Wisuda Mahasiswa Universitas Teknologi Mataram (UTM) bertema “Jejak Langkah Lulusan: Meraih Sukses Karir, Mencipta Manfaat untuk Negeri” yang digelar di Aula UTM, Kamis (13/11/2025). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang diharapkan menjadi agen perubahan bagi pembangunan daerah.

Muslim memaparkan kondisi ketenagakerjaan di NTB yang menurutnya menuntut langkah konkret agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia menyebut NTB memiliki lebih dari 18.000 perusahaan aktif, tepatnya 18.276 perusahaan, dengan konsentrasi terbesar di Kota Mataram sebanyak 3.641 perusahaan. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja di NTB telah mencapai 3,2 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,06 persen atau sekitar 98 ribu orang.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memastikan kurikulum dan pelatihan mahasiswa sejalan dengan kebutuhan dunia usaha. Jangan sampai kita banyak mencetak lulusan, tetapi kompetensinya tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Ini yang disebut pemborosan SDM,” kata Muslim.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Regulasi tersebut, menurutnya, menjadi dasar hukum pengembangan sistem informasi serta penyelenggaraan program pelatihan, pemagangan, dan penempatan tenaga kerja daerah. Perda itu disebut sebagai turunan dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Melalui sinergi kebijakan tersebut, Disnakertrans NTB saat ini memfasilitasi dan mengoordinasikan pelaksanaan Program Magang Nasional dan Program Magang ke Jepang (IM Japan). Muslim menyampaikan Program Magang Nasional dapat diikuti melalui portal SIAPkerja dan MagangHub milik Kementerian Ketenagakerjaan. Pada 2025, tersedia 100 ribu kuota nasional, dengan 91 perusahaan dan instansi di NTB yang disebut telah siap menjadi penyelenggara.

Sementara itu, Program Magang ke Jepang membuka peluang bagi 10 ribu peserta dari Indonesia untuk bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, hingga teknologi informasi. Muslim menilai peluang tersebut dapat membantu penyerapan tenaga kerja, dengan catatan peserta harus dipersiapkan, termasuk penguasaan kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang. “Kalau kita bisa ambil 10 persen saja dari kuota itu, 10 ribu penganggur di NTB bisa terserap. Tapi tentu harus disiapkan dengan kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang,” ujarnya.

Menutup pembekalan, Muslim mengajak mahasiswa menjadi bagian dari agen perubahan NTB yang produktif dan berintegritas. Ia juga menyatakan Disnakertrans membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi kampus-kampus di NTB dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, siap kerja, dan siap bersaing global.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UTM, Ir. H. Lalu Darmawan Bakti, M.Sc., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Plt. Kadisnakertrans NTB yang dinilai memberi pencerahan dan motivasi bagi calon wisudawan. Ia menegaskan dunia kerja membutuhkan lulusan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan. “Kami dorong para lulusan untuk berani mengambil kesempatan magang nasional dan internasional, karena dari sanalah pengalaman dan jaringan profesional terbentuk,” kata Darmawan. Ia juga berharap kerja sama antara UTM dan Disnakertrans NTB terus diperkuat, termasuk dalam bidang pelatihan, pemagangan, dan penempatan kerja.