BERITA TERKINI
Di WEF Davos 2026, Prabowo Tekankan Disiplin Fiskal dan Strategi Dagang-Investasi Jangka Panjang Indonesia

Di WEF Davos 2026, Prabowo Tekankan Disiplin Fiskal dan Strategi Dagang-Investasi Jangka Panjang Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan panggung World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan stabilitas ekonomi yang terjaga serta strategi pembangunan jangka panjang, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dalam Special Address di WEF Congress Center pada Minggu (25/1/2026), Prabowo menilai ketahanan ekonomi Indonesia bukan terjadi secara kebetulan. Ia menyebut hal itu sebagai hasil dari kebijakan fiskal yang disiplin, keterbukaan ekonomi yang terukur, serta konsistensi dalam menjaga tata kelola.

“Kami menjalin kerja sama ekonomi bukan karena tekanan atau tren, tetapi karena kami percaya perdagangan yang adil adalah sarana menciptakan kemakmuran bersama,” ujar Prabowo.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global, Prabowo menyampaikan Indonesia tetap membuka diri terhadap kerja sama perdagangan internasional. Ia menyinggung percepatan sejumlah perjanjian dagang dengan Kanada, Peru, Uni Ekonomi Eurasia, serta penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).

Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia dalam berbagai perjanjian dagang tersebut didasarkan pada prinsip kesetaraan dan manfaat bersama, bukan semata mengikuti arus globalisasi.

Prabowo juga menggarisbawahi kinerja makroekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah fragmentasi ekonomi global. Ia menyebut, dalam satu dekade terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di atas 5 persen, dengan inflasi terjaga di kisaran 2 persen dan defisit fiskal dipertahankan di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Ia mengatakan capaian tersebut mengantarkan Indonesia mendapat pengakuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai salah satu global bright spot di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Dalam pidatonya, Prabowo turut memperkenalkan peran sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, sebagai instrumen strategis untuk membangun kemitraan investasi jangka panjang. Dengan proyeksi pengelolaan aset hingga sekitar 900 miliar dollar AS, Danantara dirancang untuk berinvestasi bersama mitra global pada sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi industri, transisi energi, hingga pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Prabowo menegaskan pembentukan Danantara mencerminkan perubahan pendekatan Indonesia dalam menarik investasi, dari sekadar penerima modal menjadi mitra yang sejajar.

Di tengah dinamika geopolitik dan konflik global, Prabowo menyatakan Indonesia memilih jalur stabilitas, kepastian hukum, dan kebijakan berbasis bukti sebagai fondasi pembangunan ekonomi ke depan.

Usai menyampaikan pidato, Prabowo didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani mengunjungi Indonesia Pavilion, yang menjadi etalase resmi Indonesia dalam rangkaian WEF 2026. Indonesia Pavilion tahun ini mengusung tema Indonesia Endless Horizons dan disebut menjadi wadah promosi investasi, dialog kebijakan, serta kolaborasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global.