BERITA TERKINI
Di WEF 2026 Davos, Prabowo Tekankan Pembangunan Manusia sebagai Basis Pertumbuhan Inklusif

Di WEF 2026 Davos, Prabowo Tekankan Pembangunan Manusia sebagai Basis Pertumbuhan Inklusif

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan dalam pidato kunci di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Di tengah ketidakpastian global yang ditandai tekanan geopolitik, disrupsi teknologi, dan perlambatan ekonomi, Prabowo menyampaikan arah kebijakan Indonesia yang berfokus pada investasi jangka panjang pada kualitas manusia, stabilitas, serta tata kelola yang kredibel.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas manusia. Ia menyebut pendidikan, kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan sebagai inti strategi pembangunan. Pendekatan ini, menurutnya, menunjukkan pergeseran orientasi dari sekadar mengejar angka pertumbuhan menuju upaya memastikan manfaat ekonomi dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Prabowo juga memaparkan komitmen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui akses pendidikan yang setara. Salah satu langkah yang disorot adalah rencana pembangunan 160 sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga termiskin. Program tersebut disebut dirancang untuk mendorong mobilitas sosial dan membuka peluang masa depan bagi generasi yang selama ini tertinggal.

Kerangka besar kebijakan ekonomi yang disebut Prabowonomics turut menjadi benang merah paparan Prabowo. Ia memperkenalkan pendekatan ekonomi yang menekankan kemandirian nasional sekaligus keterbukaan terhadap kerja sama global. Pertumbuhan inklusif disebut sebagai tujuan utama, dengan peran negara sebagai fasilitator aktif agar penciptaan kekayaan diikuti distribusi yang mendukung kohesi sosial dan stabilitas politik.

Sejumlah capaian dalam satu tahun pemerintahan turut disampaikan untuk memperkuat narasi tersebut. Prabowo menyinggung Program Makan Bergizi Gratis sebagai contoh investasi langsung pada kualitas sumber daya manusia. Program itu disebut telah menjangkau hampir 60 juta penerima dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 80 juta penerima per hari. Kebijakan tersebut diposisikan sebagai fondasi kesehatan dan produktivitas generasi masa depan, bukan sebagai beban fiskal.

Dalam konteks transformasi ekonomi, Prabowo menyoroti peran Danantara sebagai instrumen strategis negara. Melalui Danantara, pemerintah disebut merasionalisasi lebih dari seribu badan usaha milik negara untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pembiayaan industri masa depan. Upaya ini dikaitkan dengan agenda pembangunan manusia, dengan efisiensi ekonomi diarahkan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah domestik.

Prabowo menekankan stabilitas makroekonomi dan perdamaian sebagai prasyarat pembangunan manusia dan pertumbuhan inklusif. Ia menyampaikan indikator ekonomi Indonesia yang dinilai relatif solid, seperti inflasi yang terjaga dan defisit fiskal yang terkendali, sebagai bukti kebijakan ekonomi dijalankan secara terukur dan bertanggung jawab. Ia juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dan stabilitas politik dalam menjaga iklim pembangunan.

Pengakuan internasional terhadap kinerja ekonomi Indonesia, menurut Prabowo, perlu ditempatkan dalam konteks disiplin kebijakan. Ia menekankan pentingnya kredibilitas fiskal, termasuk rekam jejak Indonesia yang selalu memenuhi kewajiban keuangan lintas pemerintahan. Kredibilitas ini disebut menjadi modal untuk menarik investasi berkualitas dan berorientasi jangka panjang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Prabowo memanfaatkan forum Davos untuk memaparkan gagasan ekonomi yang telah dipikirkan dan diterapkan, baik sebelum maupun selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa Prabowonomics tidak berhenti pada konsep, tetapi ditopang hasil yang dapat diukur dalam waktu relatif singkat, sebagai upaya menunjukkan kesinambungan antara visi, kebijakan, dan implementasi.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di WEF 2026 bertujuan memperkuat citra dan daya saing investasi, terutama di sektor padat karya, industri hijau, dan pangan. Ia memposisikan pesan yang dibawa Prabowo sebagai penegasan bahwa Indonesia menawarkan stabilitas, pasar besar, serta komitmen terhadap pembangunan manusia sebagai basis pertumbuhan ekonomi.

Kembalinya Presiden Indonesia ke panggung WEF setelah lebih dari satu dekade disebut memiliki makna simbolik sekaligus strategis. Di bawah kepemimpinan Prabowo, Davos dimanfaatkan bukan hanya sebagai forum diplomasi, melainkan juga untuk menegaskan arah pembangunan nasional. Pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi inklusif ditampilkan sebagai dua agenda yang saling menguatkan dalam upaya mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat peran Indonesia dalam lanskap ekonomi global yang semakin kompetitif.