PT Len Industri (Persero) selaku holding Industri Pertahanan Defend ID menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing industri pertahanan nasional melalui penetapan strategi perusahaan tahun 2026 yang terarah, adaptif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Holding Defend ID, Joga Dharma Setiawan, mengatakan perumusan strategi tersebut mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), aspirasi pemegang saham, serta hasil analisis menyeluruh terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Menurut Joga, strategi 2026 dirumuskan dalam kerangka Corporate Strategic Scenario (CSS) yang kemudian diterjemahkan ke dalam tujuh pilar utama. Pilar-pilar itu mencakup penguatan bisnis inti, inovasi produk dan layanan, transformasi proses bisnis, serta penguatan sumber daya manusia dan teknologi informasi sebagai penggerak pertumbuhan perusahaan.
Pendekatan ini, lanjut dia, ditujukan agar Defend ID tetap adaptif menghadapi dinamika industri pertahanan dan nonpertahanan yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan kemampuan bersaing di tingkat regional maupun global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Bandung, Senin, 12 Januari 2026.
Untuk mendukung pencapaian target kinerja 2026, Defend ID menyiapkan sejumlah langkah operasional strategis. Langkah tersebut meliputi optimalisasi proyek pertahanan dan nonpertahanan, percepatan realisasi kontrak baru, peningkatan burn rate operasional, penguatan struktur keuangan, serta penataan anak usaha melalui streamlining guna membentuk struktur bisnis yang lebih efisien dan bankable.
Selain itu, Defend ID juga memprioritaskan penguatan kapasitas produksi, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar seluruh lini perusahaan bergerak lebih lincah, produktif, dan kompetitif.
Sebelum menetapkan strategi, Defend ID melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup kinerja perusahaan, efisiensi biaya, struktur keuangan, kapabilitas SDM, kesiapan teknologi, serta efektivitas proses bisnis di seluruh entitas holding. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar penyusunan strategi perbaikan dan transformasi perusahaan secara berkelanjutan.

