BERITA TERKINI
DBS Nilai Stabilitas Makroekonomi Indonesia pada 2026 Lebih Baik Dibanding Tahun Lalu

DBS Nilai Stabilitas Makroekonomi Indonesia pada 2026 Lebih Baik Dibanding Tahun Lalu

Jakarta — Senior Investment Strategist Bank DBS Joanne Goh menilai stabilitas ekonomi makro Indonesia pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia mengatakan, meski tahun sebelumnya sudah tergolong kuat, stabilitas yang lebih besar saat ini dinilai dapat menciptakan lingkungan makro yang lebih kokoh bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Joanne dalam agenda virtual DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights bertajuk “The Long Game” di Jakarta, Senin.

Joanne menyoroti kondisi nilai tukar sebagai salah satu indikator. Menurut dia, terlepas dari dinamika yang terjadi tahun lalu terkait pergantian Menteri Keuangan, lingkungan makro Indonesia saat ini relatif stabil. Dengan rupiah berada di level Rp16 ribuan, DBS menilai risiko penurunan (downside risk) untuk kurs tersebut relatif lebih rendah.

Ia menyebut stabilitas makro ini akan membuat fokus utama tetap pada pertumbuhan. Joanne juga menilai stabilitas tersebut menjadi salah satu aspek positif yang dapat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level yang lebih tinggi.

Selain stabilitas makro, Joanne menyebut masih kuatnya siklus komoditas sebagai faktor pendukung lain. Ia menilai siklus komoditas yang didorong oleh kelangkaan, kondisi geopolitik, dan keamanan strategis dapat menguntungkan Indonesia, yang disebutnya sebagai satu-satunya pasar di kawasan ASEAN dan Asia dengan sumber daya komoditas yang sangat kuat.

Faktor berikutnya adalah sisi fiskal. Joanne mengatakan faktor fiskal Indonesia menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan, terutama melalui konsumsi, yang berkaitan erat dengan sektor telekomunikasi, perbankan, dan konsumsi.

Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut, DBS memproyeksikan IHSG bergerak dalam tren yang lebih tinggi pada tahun ini, dengan target indeks di kisaran 9.800-an.