Jakarta — Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan sekitar 50 persen dari total pendanaan investasi Danantara pada tahun ini akan dialokasikan ke pasar modal. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.
Danantara menargetkan penyaluran investasi hingga USD14 miliar sepanjang 2026, atau setara Rp235,004 triliun dengan asumsi kurs Rp16.786 per dolar AS. Dari jumlah tersebut, Danantara berencana menggelontorkan sekitar USD7 miliar atau setara Rp117,5 triliun ke pasar publik.
“Jadi mungkin untuk tahun ini bisa dibilang dari pendanaan Danantara setengah akan masuk ke public market,” ujar Pandu.
Pandu menjelaskan, seluruh investasi di pasar modal akan tetap dilakukan melalui manajer investasi. Danantara, kata dia, memberikan arahan agar penempatan dana masuk ke saham-saham dengan likuiditas tinggi, fundamental kuat, dan valuasi yang dinilai baik. Ia menambahkan, pihaknya menyiapkan kriteria saham yang akan dibeli mulai Senin, 2 Februari 2026, dengan fokus pada saham bernilai tinggi, likuiditas tinggi, serta arus kas yang sehat.
Danantara diketahui telah mulai masuk ke pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025 melalui manajer investasi yang ditunjuk. Pandu menekankan Danantara akan berperan sebagai pelaku pasar aktif, baik di pasar obligasi maupun pasar saham publik, sebagaimana investor lainnya.
“Kami ingin menarik partisipasi para pemain yang sudah ada. Kami memberi arahan kepada manajer investasi yang kami tunjuk agar membeli saham dengan pertumbuhan baik, fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan arus kas sehat,” tuturnya.
Menurut Pandu, langkah tersebut diperlukan agar setiap investasi yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut Danantara akan melanjutkan aktivitas investasi pada pekan berikutnya, mulai Senin hingga Kamis, karena menilai terdapat nilai yang baik pada sejumlah bisnis di Indonesia.
Pandu juga menyampaikan bahwa Danantara Investment Management melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung, baik di pasar publik maupun privat. Ia menambahkan, strategi awal enam bulan ke depan akan berfokus pada investasi melalui manajer investasi, sejalan dengan komunikasi awal Danantara dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

