COOCON, perusahaan platform data bisnis asal Korea Selatan, berpartisipasi dalam Singapore FinTech Festival (SFF) 2025 yang digelar di Singapore EXPO pada 12–14 November. Dalam ajang tersebut, COOCON menampilkan Layanan Pembayaran Global generasi terbaru yang ditujukan untuk memudahkan pembayaran wisatawan mancanegara di Korea.
Layanan Pembayaran Global COOCON diklaim memungkinkan penyedia layanan pembayaran internasional menghadirkan pembayaran real-time di pasar Korea tanpa perlu membangun infrastruktur terpisah. Melalui layanan ini, pengguna internasional dapat melakukan pembayaran di berbagai merchant di Korea—seperti restoran, kafe, ritel fesyen, dan toko kecantikan—dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran lokal mereka.
Selain pembayaran, layanan tersebut juga memungkinkan penarikan tunai Won Korea (KRW) secara instan di lebih dari 40.000 ATM di berbagai wilayah Korea. COOCON menyebut mekanisme ini membantu pengunjung melakukan transaksi tanpa proses penukaran mata uang yang rumit atau kebutuhan memiliki rekening bank lokal.
COOCON menyatakan layanan itu didukung infrastruktur pembayaran di Korea, termasuk lebih dari dua juta vendor yang menerima pembayaran QR seluler, lebih dari 100.000 lokasi perusahaan waralaba besar, serta lebih dari 40.000 ATM. Dengan fondasi tersebut, perusahaan mengembangkan strategi jaringan distribusi pembayaran global yang menggabungkan pembayaran global, pembayaran lokal, dan platform stablecoin untuk membantu penyedia layanan pembayaran luar negeri masuk ke pasar Korea.
Melalui partisipasinya di SFF 2025, COOCON juga memperluas komunikasi dengan penyedia layanan pembayaran dan stablecoin global. Perusahaan menyebut mengoperasikan stan terbesar di antara peserta asal Korea, sekaligus memamerkan layanan global dan strategi pengembangan ke depan, termasuk upaya mempercepat kerja sama dengan mitra internasional untuk merespons perubahan kerangka regulasi.
Dalam festival tahun ini, COOCON turut menampilkan kemampuan pembayaran dan penarikan tunai berbasis stablecoin untuk pertama kalinya di panggung global. Perusahaan menyatakan telah membangun jaringan pembayaran yang disiapkan agar dapat segera diterapkan sejalan dengan perubahan hukum dan peraturan terkait stablecoin. Jaringan tersebut direncanakan untuk meminimalkan risiko nilai tukar dan beban penyelesaian transaksi, sambil menjaga keamanan dan keandalan pembayaran lintas negara.
CEO COOCON Kim Jong-hyun mengatakan, partisipasi perusahaan pada SFF sebelumnya menarik perhatian perusahaan global dan pada tahun ini stan COOCON kembali ramai dikunjungi. Ia menyebut perusahaan ingin menunjukkan nilai Layanan Pembayaran Global COOCON serta keahlian teknologi API yang dibangun selama 20 tahun. Kim juga menyatakan COOCON akan mencari dan menjalin kemitraan strategis di sektor pembayaran dan stablecoin untuk mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri.
Singapore FinTech Festival 2025 disebut sebagai ajang fintech terbesar di dunia yang mempertemukan pemimpin global di bidang keuangan dan teknologi, termasuk pembuat kebijakan, lembaga keuangan, perusahaan IT, investor, dan startup. Tahun ini, lebih dari 650 perusahaan dari 130 negara serta lebih dari 65.000 peserta berpartisipasi dalam rangkaian pameran, seminar, dan program jejaring yang membahas tren seperti aset digital, kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, blockchain, inklusivitas keuangan, serta keuangan berkelanjutan.

