BERITA TERKINI
CBDK Perkuat Posisi di PIK 2, Didukung Tol KATARAJA dan Ekosistem MICE

CBDK Perkuat Posisi di PIK 2, Didukung Tol KATARAJA dan Ekosistem MICE

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), entitas anak PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), terus memperkuat perannya dalam pengembangan kawasan terintegrasi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Pada penutupan perdagangan 20 Januari 2026, saham CBDK berada di level Rp7.975 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp44,2 triliun.

Perusahaan ditopang cadangan lahan (land bank) yang tercatat mencapai 744 hektare. Basis aset ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang, meski perusahaan sempat merevisi target pra-penjualan akibat volatilitas makro. Dari sisi valuasi, analisis Real Net Asset Value (RNAV) menempatkan nilai intrinsik pada Rp24.452 per saham, yang berarti harga pasar pada 20 Januari 2026 masih mencerminkan diskon sekitar 67%.

Konektivitas jadi katalis lewat Tol KATARAJA

Perkembangan infrastruktur Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg (KATARAJA) menjadi salah satu katalis utama bagi nilai aset CBDK. Sejak dibuka secara fungsional pada 9 Oktober 2025, akses penghubung antara PIK 2 dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinilai meningkatkan daya tarik kawasan.

Manajemen Seksi 1 (Sedyatmo–Kosambi) menyebut tol tersebut telah mengantongi sertifikat laik fungsi dan diproyeksikan beroperasi penuh pada 2026. Peningkatan aksesibilitas ini dipandang dapat mempercepat proses serah terima unit properti sekaligus mendorong kenaikan nilai jual lahan.

Land bank dan penguatan ekosistem MICE

CBDK memanfaatkan lahan efektif seluas 573,6 hektare untuk mengembangkan portofolio yang beragam, dari residensial premium hingga kawasan komersial terpadu. Fokus pengembangan juga diarahkan pada integrasi kawasan dengan fasilitas seperti Masjid Agung PIK 2 dan Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

NICE disebut mulai menyelenggarakan acara musik dan olahraga sejak Agustus 2025 dan diproyeksikan rampung sepenuhnya pada awal 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membangun ekosistem MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan di masa mendatang.

Kinerja laba dan dinamika makro

Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, CBDK membukukan laba bersih Rp1,31 triliun dengan marjin laba bersih 57,1%. Kinerja ini tercatat naik 88% secara tahunan pada kuartal III-2025, menunjukkan efisiensi operasional di tengah tekanan makro, termasuk fluktuasi suku bunga acuan.

Di sisi penjualan, realisasi pra-penjualan pada awal 2025 sempat melambat. Namun, pemulihan mulai terlihat pada paruh kedua 2025 seiring meningkatnya minat terhadap unit-unit komersial di kawasan CBD PIK 2.

Likuiditas dan profil risiko

Dari sisi neraca, perusahaan mempertahankan posisi kas bersih yang dilaporkan sebesar Rp4,5 triliun pada paparan publik terakhir. Likuiditas ini memberi ruang ekspansi tanpa bergantung pada pembiayaan eksternal yang lebih mahal.

CBDK juga mencatat rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) yang rendah di level 0,03x, mencerminkan profil risiko finansial yang konservatif. Di tengah ketidakpastian pasar global, struktur permodalan ini dinilai menjadi penopang bagi perusahaan.

Dengan harga saham yang telah naik dari kisaran Rp6.000-an namun masih berada pada diskon 67% terhadap RNAV, valuasi CBDK pada level penutupan 20 Januari 2026 masih mencerminkan ruang pergerakan berdasarkan pendekatan nilai aset bersih tersebut.