BERITA TERKINI
BYD Siapkan Ekspansi Global Megawatt Flash Charger, Klaim Isi Daya 20–80% Kurang dari 5 Menit

BYD Siapkan Ekspansi Global Megawatt Flash Charger, Klaim Isi Daya 20–80% Kurang dari 5 Menit

Waktu pengisian baterai masih menjadi salah satu kendala utama bagi pengguna mobil listrik. Meski sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah dilengkapi fast charger DC, ketersediaannya dinilai belum merata dan proses pengisian dari 30% ke 80% umumnya tetap memakan waktu sekitar 30–45 menit. Kondisi ini berpotensi memicu antrean panjang, terutama saat permintaan meningkat.

BYD memperkenalkan solusi pengisian ultra cepat melalui perangkat bernama Megawatt Flash Charger. Charger ini memiliki output daya 1 megawatt (MW) atau setara 1.000 kW. Teknologi tersebut mulai diperkenalkan BYD pada April 2025 di China dan telah dipasang, antara lain, di Sirkuit All-Terrain BYD di Zhengzhou, China, tempat tim teknis BYD juga memperagakan kemampuannya.

Dalam presentasi yang disampaikan Kelvin Lai dari product team BYD China, Megawatt Flash Charger diklaim mampu mengisi baterai dari 20% hingga 80% dalam waktu kurang dari lima menit. BYD menyebut energi yang masuk dalam durasi tersebut cukup untuk jarak tempuh hingga 400 kilometer.

Klaim tersebut jauh lebih cepat dibanding pengisian menggunakan charger 200 kW yang tersedia di sejumlah SPKLU di Indonesia, yang umumnya memerlukan sekitar 15–30 menit tergantung kemampuan baterai kendaraan. Dalam laporan yang sama disebutkan, meski perangkat fast charger bisa berdaya hingga 200 kW, output yang tersalurkan tidak selalu maksimal karena suplai listrik dinilai belum stabil.

BYD menilai pengembangan teknologi ini didorong oleh lonjakan populasi mobil listrik, khususnya di China, sehingga kebutuhan pengisian cepat dan efisien semakin mendesak. Pengisian dari sumber listrik rumah juga dinilai membutuhkan waktu lebih panjang, misalnya menggunakan wallbox standar 11 kW yang dapat memakan waktu hingga enam jam, atau versi 7 kW yang disebut bisa mencapai 7–9 jam.

Dari sisi capaian teknis, BYD menyebut Megawatt Flash Charger melampaui rekor output fast charger yang sebelumnya dipegang Tesla (500 kW) dan Xpeng (800 kW). BYD juga menyatakan bahwa jika tidak dibatasi sistem manajemen baterai, output yang dapat disalurkan ke baterai bisa mencapai 1.360 kW.

“Ini adalah teknologi flash charging terbaru dari BYD. Kami berharap teknologi ini bisa digunakan di luar China secara global,” ujar salah satu perwakilan BYD China dalam presentasi.

Namun, tidak semua mobil listrik BYD dapat menggunakan Megawatt Flash Charger. Teknologi ini hanya kompatibel dengan model terbaru yang telah mengadopsi sistem Super e-Platform bertegangan 1.000 volt. Platform ini disebut mencakup motor penggerak, chip pengendali, serta sistem pendingin baterai versi terbaru. BYD juga menyebut baterai lithium-iron phosphate (LFP) yang digunakan berbeda dari generasi sebelumnya, dan pengembangan charger dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan pasokan komponen dari perusahaan teknologi lain.

Untuk saat ini, baru dua model BYD Group yang disebut dapat memanfaatkan Megawatt Flash Charger, yakni sedan BYD Han L dan SUV BYD Tang L. Keduanya telah dipasarkan di China sejak 2025. Ke depan, BYD menyatakan akan ada model lain dari BYD maupun Denza yang berbasis Super e-Platform.

Pada unit demonstrasi, kendaraan BYD yang digunakan memiliki dua port pengisian di sisi kiri dan kanan. Hal itu dikaitkan dengan keterbatasan kabel dan soket konektor yang ada saat ini. Dalam paparan tersebut juga disampaikan harapan agar di masa mendatang tersedia kabel dan konektor tunggal yang mampu menyalurkan arus besar hingga 1.000 ampere.

Terkait Indonesia, BYD belum mengumumkan rencana penjualan BYD Han L dan BYD Tang L maupun ketersediaan Megawatt Flash Charger di Tanah Air.

Di China, BYD disebut tengah membangun ribuan unit Megawatt Flash Charger. Pada tahun lalu, jumlah unit yang dibangun disebut mencapai 4.000, dengan mayoritas dipasang di jaringan dealer dan showroom BYD.

Untuk ekspansi luar China, BYD berencana membangun jaringan Megawatt Flash Charger di Afrika Selatan dan Eropa. Pembangunan infrastruktur di kedua kawasan tersebut disebut paling cepat dimulai pada April atau Mei 2026. BYD menargetkan 200–300 titik pengisian dapat terbangun hingga akhir 2026.

Sebagian besar unit charger direncanakan dipasang di jaringan dealer BYD, sementara sisanya melalui kerja sama dengan jaringan SPKLU atau SPBU lokal. Agar tidak terlalu bergantung pada pasokan listrik dari jaringan induk, sumber daya untuk Megawatt Flash Charger disebut akan berasal dari pembangkit listrik panel surya yang dibangun BYD, terutama untuk wilayah pinggiran kota atau lokasi yang relatif terpencil.

Dengan klaim pengisian hanya dalam hitungan menit, BYD menempatkan Megawatt Flash Charger sebagai upaya menjawab kekhawatiran pengguna mobil listrik terkait waktu pengisian dan jarak tempuh. Rencana ekspansi globalnya kini menjadi perhatian, termasuk peluang apakah teknologi tersebut akan masuk ke pasar Indonesia di masa mendatang.