BERITA TERKINI
Bupati Lumajang Dorong Bank Daerah Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Penopang PAD

Bupati Lumajang Dorong Bank Daerah Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Penopang PAD

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan perlunya penguatan peran bank daerah sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, bank daerah tidak semestinya hanya berfungsi sebagai penyalur kredit, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Pernyataan itu disampaikan Indah saat menghadiri Rapat Kerja Kunjungan Spesifik Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Forum tersebut diikuti bupati dan wali kota se-Jawa Timur, dengan fokus pada pengawasan serta optimalisasi kinerja bank daerah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi daerah.

Indah menilai penguatan bank daerah merupakan bagian penting dari upaya memperluas ruang fiskal pemerintah daerah. Ia menyebut, meningkatnya PAD akan memberi keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih berkualitas dan pembangunan yang berkeadilan.

Ia juga menekankan dua arah utama optimalisasi kontribusi Bank Jatim, yakni peningkatan dividen bagi daerah sebagai pemegang saham serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Di Kabupaten Lumajang, Indah berharap Bank Jatim lebih aktif mendukung pembiayaan sektor produktif, seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, dukungan perbankan terhadap sektor-sektor tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas basis PAD secara berkelanjutan.

“Kami ingin Bank Jatim menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat secara nyata,” kata Indah.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya tata kelola BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Indah menilai kepercayaan publik dan kesehatan keuangan menjadi prasyarat agar bank daerah dapat menjalankan peran pembangunan secara optimal.

“Bank daerah harus dikelola secara profesional dan transparan agar tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Indah juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Jatim semakin kuat untuk memperkuat pembiayaan pembangunan. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa bank daerah yang kuat dan dikelola dengan baik akan mendukung daerah menjadi lebih mandiri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Andi Karyono mengatakan BUMD, khususnya bank daerah, memiliki posisi strategis dalam meningkatkan potensi pendapatan daerah. Menurutnya, peningkatan PAD tersebut dapat dimanfaatkan untuk membiayai percepatan pembangunan kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifkinizamy Karsayuda menjelaskan kunjungan kerja itu bertujuan memastikan daerah memiliki sistem pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan melalui optimalisasi peran BUMD. “Pemerintah daerah harus memiliki sistem pembiayaan yang kokoh agar pertumbuhan ekonomi bisa berlangsung lebih stabil dan inklusif,” ujarnya.