BERITA TERKINI
BukuWarung Perkuat Literasi Keuangan UMKM lewat Ekosistem Digital dan Perluasan Komunitas Mitra

BukuWarung Perkuat Literasi Keuangan UMKM lewat Ekosistem Digital dan Perluasan Komunitas Mitra

BukuWarung memperkuat literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan ekosistem digital yang dinilai lengkap dan efisien. Upaya ini ditujukan untuk membantu kebutuhan harian usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga akses modal kerja yang lebih mudah.

VP Strategi & Kemitraan BukuWarung, Romy Williams, mengatakan penguatan komunitas mitra dilakukan untuk merayakan perjalanan panjang para pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan menargetkan penambahan puluhan ribu anggota baru hingga akhir tahun mendatang guna memperluas jangkauan layanan finansial ke daerah-daerah.

Romy menyebut pertemuan dengan para mitra menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi keuangan bagi UMKM yang dipandang sebagai pilar ekonomi nasional. “Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi BukuWarung untuk memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM yang dianggap sebagai pilar utama ekonomi Indonesia,” kata Romy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin malam (26/1/2026).

Menurut perusahaan, dampak inisiatif tersebut terlihat pada peningkatan pendapatan bisnis para mitra yang secara konsisten mencapai 50%. BukuWarung menilai capaian itu menunjukkan bahwa solusi teknologi yang tepat sasaran dapat membantu pelaku usaha kecil meningkatkan skala usahanya.

Saat ini, BukuWarung mencatat sekitar 8 juta pengguna di seluruh Indonesia, dengan 250.000 agen aktif yang rutin memanfaatkan fitur pembayaran digital. Perusahaan juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa perangkat suara otomatis atau QRIS Soundbox yang dirancang untuk lokasi perdagangan yang sibuk. Perangkat ini memungkinkan pedagang memverifikasi transaksi tanpa harus mengecek ponsel secara manual, sehingga layanan kepada pelanggan tetap berjalan lancar.

Selain itu, BukuWarung menaruh perhatian pada akses pembiayaan melalui pendistribusian pinjaman modal kerja yang telah mencapai ratusan miliar rupiah. Layanan ini disebut ditujukan bagi mitra yang ingin memperluas skala operasional bisnis.

“Perusahaan menjadikan momen ini sebagai tonggak awal untuk memperluas jangkauan komunitas di berbagai daerah melalui serangkaian kegiatan di seluruh Indonesia,” ujar Romy.

Memasuki 2026, fokus perusahaan disebut tetap pada pasar domestik Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar bagi industri teknologi. BukuWarung menargetkan 65 juta pelaku usaha mikro untuk dirangkul ke dalam ekosistem digital. Perusahaan juga menekankan proses pendaftaran yang sederhana dan gratis melalui toko aplikasi ponsel pintar agar semakin banyak pelaku usaha dapat memulai pengelolaan usaha secara lebih profesional.