BERITA TERKINI
BRILink Agen Catat Transaksi Rp1.746 Triliun, Perluas Akses Layanan Keuangan hingga Desa

BRILink Agen Catat Transaksi Rp1.746 Triliun, Perluas Akses Layanan Keuangan hingga Desa

Bagi warga Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete, Kecamatan Lape, Nusa Tenggara Barat, transaksi perbankan sebelumnya tidak mudah dilakukan. Untuk mengirim uang atau menarik dana, masyarakat harus menempuh perjalanan belasan kilometer ke kantor bank terdekat, kondisi yang kerap menyulitkan kebutuhan sehari-hari maupun usaha.

Situasi itu mendorong Rieche Endah, warga setempat, menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih dekat melalui BRILink Agen. Ia mulai menjalankan layanan tersebut sejak 2013 setelah melihat banyak warga kesulitan bertransaksi karena jarak ke bank yang cukup jauh.

Rieche memulai layanan secara sederhana dengan melayani berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari transfer dana hingga penarikan uang tunai. Seiring waktu, layanan itu semakin dikenal dan dimanfaatkan warga sekitar. Menurutnya, pengguna layanan tidak hanya berasal dari lingkungan setempat, tetapi juga pengusaha kecil dan pendatang yang melakukan transfer maupun penarikan uang.

Dalam perjalanannya, Rieche menyebut ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, termasuk risiko kesalahan transaksi dan ancaman penipuan. Ia mengatakan, dukungan petugas BRI membantunya mengenali berbagai modus penipuan sehingga transaksi dapat dikendalikan dengan lebih baik melalui ketelitian.

Setelah lebih dari satu dekade berjalan, Rieche menilai dampak layanan yang ia kelola tidak hanya terlihat dari peningkatan transaksi, tetapi juga dari manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia menyebut usahanya berkembang dan mulai membuka peluang kerja dengan mempekerjakan anak muda setempat.

Di kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi peran mitra BRILink Agen yang dinilai tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga memberi dampak bagi keluarga dan lingkungan. Ia menyatakan, layanan keuangan berbasis komunitas melalui kolaborasi BRI dan masyarakat dapat mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membangun kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.

BRI menyebut terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen. Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen tercatat lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% secara tahunan (YoY). Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% wilayah, dengan volume transaksi mencapai Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.