Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemunculan dua bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca, terutama di wilayah Indonesia bagian utara. Dua sistem tersebut adalah Bibit Siklon Tropis 95B dan Bibit Siklon Tropis 92W yang disebut dapat meningkatkan intensitas hujan di sejumlah wilayah.
BMKG menjelaskan, peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai fenomena atmosfer, baik skala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang turut berperan adalah keberadaan dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia, sehingga memengaruhi kondisi cuaca di area sekitarnya.
Bibit Siklon Tropis 95B terpantau aktif di Selat Malaka. Keberadaannya disebut meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W terbentuk di Laut Filipina, di sebelah utara Papua Barat Daya. Sistem ini berdampak pada peningkatan hujan di perairan Sulawesi Utara, Maluku, dan wilayah sekitarnya.
Selain pengaruh bibit siklon tropis, BMKG juga mencatat Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini bernilai negatif turut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan intensitas hujan di Indonesia bagian barat. Faktor lain yang mendukung terbentuknya cuaca signifikan dalam beberapa hari terakhir adalah gelombang atmosfer yang terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang relatif labil.

