Bazar Kreasi Utama (BKU) memperkenalkan solusi pengolahan limbah berbasis teknologi plasma non-thermal dalam ajang Gathering Building Engineers Association (BEA) 2026 yang digelar di Harris Hotel Kelapa Gading, Sabtu (24/1).
Teknologi ini ditujukan untuk mengolah limbah padat dan cair, khususnya limbah berat dari berbagai sektor industri. Untuk limbah cair, BKU menggunakan sistem pipa yang memanfaatkan plasma non-thermal.
Perwakilan BKU, M. Alfiadi, menjelaskan bahwa dalam prosesnya partikulat limbah melalui tahapan oksidasi tanpa memerlukan proses biologi maupun kimia. Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan biaya operasional.
“Di sini partikulatnya akan dilakukan oksidasi atau dibakar. Sehingga tidak memerlukan proses biologi dan kimia, itu akan saving money banyak,” ujar Alfiadi.
Alfiadi menyebut teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah berbagai jenis limbah cair, mulai dari air kotor dan limbah berat, limbah pabrik dan tekstil, hingga limbah dari restoran, pabrik jamu, serta industri roti. Ia menambahkan, setiap limbah akan diidentifikasi terlebih dahulu sebelum metode penanganannya ditentukan.
“Kita akan tentukan jenis limbahnya dulu, baru nanti tentukan treatmentnya,” katanya.
Secara sistem, unit pengolahan limbah plasma BKU terdiri dari beberapa tahapan, yakni plasma, media filter karbon, lalu plasma kembali. Rangkaian ini dirancang untuk mempercepat proses pengolahan limbah yang umumnya memakan waktu lama jika menggunakan metode konvensional.
“Plasma ini akan menghilangkan proses biologi yang waktunya lama, biasanya di atas 10 hari. Kalau ini langsung dioksidasi, prosesnya hanya hitungan menit, sisanya filtrasi,” jelas Alfiadi.
Ia juga memaparkan bahwa teknologi plasma bekerja menggunakan dua pelat dengan tegangan tinggi. Cairan limbah yang masuk ke sistem akan mengalami pembakaran, sehingga polutan serta kandungan organik dan anorganik dapat dihancurkan.
Menurut Alfiadi, hasil akhir pengolahan membuat air limbah menjadi layak dibuang dan aman bagi lingkungan. “Plasma ini ada beberapa tahap sehingga layak buang airnya, ikan bisa hidup. Kimia akan habis, kita destroy habis,” ujarnya.
Saat ini, teknologi plasma non-thermal BKU telah digunakan di lingkungan rumah sakit dan direncanakan akan diperluas ke sektor perhotelan. BKU berharap solusi ini dapat menjadi alternatif pengolahan limbah yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan bagi berbagai sektor industri.

