Harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam fase koreksi setelah mengalami tekanan jual dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data Tokocrypto pada Rabu (21/1), BTC diperdagangkan di level US$89.474,75 per BTC/USD, turun sekitar 2,94% secara harian.
Koreksi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah volatilitas pasar kripto global. Meski melemah dalam jangka pendek, Bitcoin tetap memimpin pasar aset kripto dengan kapitalisasi pasar sebesar US$1.787,55 miliar. Aktivitas transaksi juga terpantau tinggi, dengan volume perdagangan harian mencapai US$57,21 miliar.
Dalam 24 jam terakhir, pergerakan Bitcoin terbilang fluktuatif. Harga sempat menyentuh level terendah US$87.814,93 dan tertinggi US$91.997,55. Rentang ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pemulihan dari sisi pembeli. Secara intraday, BTC sempat mencatat kenaikan tipis 0,08% dalam satu jam terakhir, namun belum cukup untuk membalikkan tren penurunan harian.
Tekanan harga juga tercermin pada kinerja mingguan. Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin tercatat melemah 6,06%.
Jika ditinjau dalam jangka menengah, pergerakan Bitcoin menunjukkan hasil yang beragam. Dalam 30 hari terakhir, harga naik US$529,54 atau 0,6%. Dalam 60 hari terakhir, BTC menguat US$5.498,58 atau 6,55%. Namun, dalam 90 hari terakhir, Bitcoin turun US$19.336,51 atau 17,77%. Data ini menunjukkan reli dua bulan terakhir belum sepenuhnya menghapus tekanan koreksi jangka menengah.
Dari sisi fundamental, pasokan Bitcoin yang beredar tercatat 19,98 juta BTC, sekitar 95,14% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Keterbatasan suplai ini masih menjadi salah satu faktor yang kerap dipandang menopang nilai jangka panjang Bitcoin. Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) tercatat US$1.878,94 miliar, yang menggambarkan potensi valuasi apabila seluruh pasokan telah beredar.
Harga saat ini juga masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di US$126.198,07. Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar dinilai cenderung netral hingga bearish dalam jangka pendek. Meski demikian, tingginya volume perdagangan menunjukkan minat pasar belum hilang.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi global, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi aset kripto. Pelaku pasar jangka pendek menghadapi peluang sekaligus risiko dari volatilitas, sementara investor jangka panjang masih mencermati area support di bawah US$88.000 sebagai salah satu zona yang dipantau.
Disclaimer: Perdagangan dan investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Informasi ini disajikan untuk tujuan informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual.

