Bank Indonesia (BI) mencatat insentif likuiditas makroprudensial untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga Agustus 2025 telah mencapai Rp77 triliun. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus memudahkan akses UMKM terhadap pembiayaan.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan BI berperan sebagai katalisator untuk mendorong pertumbuhan UMKM agar semakin maju dan mandiri. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri gelar Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST) 2025 di Palu.
Menurut Destry, fokus kebijakan diarahkan pada sektor-sektor prioritas, dengan UMKM menjadi salah satu sektor utama yang mendapat dukungan. Insentif tersebut memungkinkan bank menyalurkan lebih banyak kredit kepada sasaran prioritas sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa insentif likuiditas makroprudensial untuk usaha mikro telah disalurkan sebesar Rp21 triliun. Sementara itu, secara keseluruhan insentif yang diberikan BI kepada sektor-sektor strategis lainnya telah mencapai Rp384 triliun.
Selain mendorong pembiayaan, BI turut memperkuat dan mempermudah sistem pembayaran menggunakan QRIS untuk transaksi belanja. Sistem ini telah diterapkan pada UMKM dan sektor strategis lainnya.
Di Sulawesi Tengah, penggunaan QRIS dalam setahun tumbuh 101,8 persen dengan total 20,9 juta transaksi. Saat ini tercatat sekitar 352 ribu pengguna aktif QRIS di provinsi tersebut, sedangkan secara nasional jumlah pengguna aktif mencapai sekitar 60 juta.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Irfan Sukarna mengatakan KKST menjadi salah satu upaya pemberdayaan UMKM di daerah agar dapat naik kelas dan lebih tangguh menghadapi tantangan bisnis maupun ekonomi. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan melalui pameran, pelatihan, serta perluasan akses pembiayaan kredit bagi pelaku usaha.
KKST diikuti 31 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Para peserta menampilkan beragam produk kreatif dari pelaku usaha binaan BI sebagai representasi dari 172 UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah.
KKST dijadwalkan berlangsung selama lima hari, pada 15–19 Oktober 2025, dengan tema “Mendorong komoditas unggulan UMKM tangguh, berdaya saing, dan mendunia”.

