Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memangkas rantai pasok pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang menghubungkan petani secara langsung dengan dapur MBG. Langkah ini ditujukan untuk membuat pasokan lebih efisien sekaligus mendorong harga yang lebih adil.
Program tersebut diawali dengan pertemuan koordinasi bersama petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Senin (19/1). Pertemuan itu dilakukan untuk memetakan kondisi produksi di lapangan dan kebutuhan dapur MBG secara riil.
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menyebut selama ini petani dan dapur MBG berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, petani dapat mengalami kelebihan pasokan, sementara dapur MBG justru kesulitan memperoleh bahan baku dengan harga yang stabil.
“Petani mengalami over supply, sementara dapur MBG justru kesulitan bahan baku dengan harga stabil. Mak Comblang Project hadir untuk menyambungkan langsung dua kebutuhan ini,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
BGN juga mencatat adanya kesenjangan antara volume produksi dan kebutuhan dapur. Pada komoditas jagung, misalnya, produksi petani Cipanas disebut sekitar 30 ton per bulan, sedangkan kebutuhan dapur MBG di Jakarta mencapai 240 ton per bulan.
“Kesenjangan ini menunjukkan perlunya perencanaan produksi yang lebih selaras dengan kebutuhan dapur,” ujar Dian.
Selain persoalan volume, disparitas harga disebut menjadi masalah serius. Dian mencontohkan harga wortel yang dibeli dapur MBG berada di kisaran Rp15.000–Rp25.000 per kilogram, sementara petani hanya menerima Rp1.500–Rp3.000 per kilogram.
“Disparitas ini terjadi karena rantai pasok terlalu panjang dan tidak terhubung langsung, bukan karena kesalahan petani atau dapur,” tegasnya.
Melalui pemetaan komoditas, volume, dan kebutuhan dapur, BGN berencana menyusun kalender tanam dan panen agar produksi dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan. Ke depan, menu MBG juga akan disesuaikan dengan ketersediaan pangan lokal dengan tetap melibatkan ahli gizi.
BGN menargetkan Mak Comblang Project dapat menciptakan rantai pasok pangan yang lebih efisien, melindungi petani, serta memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

