Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham delapan emiten pada Rabu (21/1). Langkah ini diambil menyusul pergerakan harga saham yang dinilai signifikan pada emiten-emiten tersebut.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BEI, delapan emiten yang dikenai suspensi adalah PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), serta saham dan Waran Seri I PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK). Suspensi juga berlaku untuk PT Indospring Tbk (INDS), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), serta saham dan Waran Seri II PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA).
Dalam keterangannya, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan penghentian sementara perdagangan dilakukan sebagai bagian dari perlindungan bagi investor. “Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham,” tulisnya.
Data perdagangan RTI Business menunjukkan saham RLCO mengalami kenaikan tajam sejak initial public offering (IPO) pada akhir tahun lalu. RLCO tercatat menguat hingga 392,92% ke level Rp 8.700 sejak mencatatkan saham perdananya di BEI.
Sementara itu, saham ZATA menguat seiring rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil. Pada perdagangan hari itu, ZATA naik 5,50% ke level Rp 115 per lembar saham. Dalam sepekan terakhir, saham ZATA tercatat menguat hingga 91,67%.
ZATA juga sempat menguat signifikan pada Kamis (15/1) sebesar 35% dari harga Rp 81 per lembar saham. Kemudian pada Senin (19/1), ZATA kembali mencetak auto reject atas (ARA) dengan harga Rp 109 per lembar.

