BERITA TERKINI
BEI Paparkan Lima Sektor Terbesar Saham Syariah, Konsumer Non-Primer Dominan

BEI Paparkan Lima Sektor Terbesar Saham Syariah, Konsumer Non-Primer Dominan

Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan sektor-sektor saham syariah yang paling dominan dan dapat menjadi pertimbangan investor dalam memilih instrumen investasi berbasis syariah. Paparan ini mencerminkan komposisi saham syariah yang dinilai cukup beragam, baik dari sisi jumlah emiten maupun kapitalisasi pasar.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menjelaskan bahwa hingga Desember 2025, sektor barang konsumen non-primer menjadi yang paling dominan jika dilihat dari jumlah saham dan pangsa pasar (market share). Per Desember 2025, sektor tersebut menguasai sekitar 18% market share terhadap total saham syariah yang tercatat di BEI.

Menurut Irwan, setelah barang konsumen non-primer, sektor berikutnya yang menempati posisi teratas secara berurutan adalah barang konsumen primer, barang baku, energi, dan properti. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Edukasi Wartawan bertema Pasar Modal Syariah yang digelar secara virtual pada Kamis (26/2/2026).

Irwan juga mengungkapkan lima sektor industri terbesar saham syariah yang masing-masing berkontribusi di atas 10% terhadap keseluruhan saham syariah di pasar modal domestik. Lima sektor tersebut adalah barang baku, infrastruktur, barang konsumen primer, serta properti dan real estate.

Dari pemetaan tersebut, Irwan menyoroti bahwa hanya satu sektor yang konsisten muncul dalam dua kategori sekaligus, yakni barang konsumen primer. Sektor ini dinilai memiliki jumlah emiten yang besar sekaligus kapitalisasi pasar yang kuat.

Sementara itu, sektor energi disebut unggul dari sisi ukuran perusahaan, sedangkan sektor barang konsumen non-primer lebih dominan dari sisi jumlah saham. Irwan menyimpulkan, perbandingan antara ukuran (size) dan jumlah (numbers) menunjukkan karakter dominasi yang berbeda di antara sektor-sektor saham syariah.