BERITA TERKINI
BEI Membidik Tambahan 50 Ribu Investor Pasar Modal Syariah pada 2026

BEI Membidik Tambahan 50 Ribu Investor Pasar Modal Syariah pada 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan 50 ribu investor di pasar modal syariah pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian penambahan investor syariah sepanjang 2025 yang tercatat 43.135 investor, dengan nilai transaksi Rp11,2 triliun.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menyampaikan target 2026 dinaikkan setelah melihat realisasi 2025 yang melampaui target tahun sebelumnya. Ia menjelaskan, pada 2025 target penambahan investor syariah semula hanya 13.500, namun realisasinya mencapai sekitar 43 ribu.

Berdasarkan data BEI, jumlah investor syariah per Desember 2025 mencapai 217.157 orang, dengan investor aktif sebanyak 43.135. Dengan demikian, rasio investor saham syariah aktif tercatat 19,9%. Secara year-to-date, pertumbuhan investor syariah disebut mencapai 28,2%.

Irwan juga memaparkan rasio investor saham syariah berada di angka 2,5% dari total investor saham secara umum yang berjumlah 8.604.177 orang.

Dari sisi transaksi, investor pasar modal syariah berkontribusi terhadap nilai transaksi sebesar Rp11,2 triliun per Desember 2025. Pada periode yang sama, volume transaksi mencapai 30,6 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,7 juta kali.

Meski demikian, nilai transaksi 2025 masih lebih rendah dibandingkan 2021. Pada 2021, kontribusi nilai transaksi investor pasar modal syariah tercatat Rp12,4 triliun.

Untuk mendorong pertumbuhan investor syariah, BEI menyatakan akan memaksimalkan peran komunitas yang dinilai mampu mendorong partisipasi anggotanya. Selain itu, BEI juga menggandeng figur publik muda dan menggagas program yang menyasar investor yang sudah memiliki rekening dana nasabah (RDN) agar lebih aktif bertransaksi.

Irwan menyebut BEI menghadirkan investor yang dikenal publik sebagai narasumber, dengan ketentuan tertentu bagi peserta kelas, termasuk persyaratan minimal transaksi. Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai memberikan dampak yang cukup besar.

Sejalan dengan strategi tersebut, BEI menargetkan sekitar 30% investor syariah menjadi investor aktif, dengan asumsi peningkatan bertahap dari 10%, 20%, hingga 30%. BEI berharap langkah itu dapat mendorong volume serta frekuensi transaksi di pasar modal syariah.

BEI menargetkan nilai transaksi pasar modal syariah dapat meningkat menjadi sekitar Rp13 triliun, atau setidaknya menyamai level pada masa pandemi Covid-19 yang mencapai Rp12,4 triliun.

Sementara itu, berdasarkan aplikasi IDX Mobile, perdagangan saham pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah, seiring penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ISSI turun 1,40% atau 4,14 poin ke level 292,61, sedangkan JII melemah 1,11% atau 6,29 poin ke level 560,71. Adapun IHSG turun 1,05% atau 86,97 poin ke level 8.235,26.