BERITA TERKINI
Bank Kalsel Susun Renstra 2026, Siapkan Tiga Strategi Utama untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bank Kalsel Susun Renstra 2026, Siapkan Tiga Strategi Utama untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) menyiapkan peta jalan strategis dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026 sebagai fondasi untuk mencapai target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) periode 2026–2028. Penyusunan Renstra tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalsel.

Optimisme perseroan didasarkan pada kinerja sepanjang 2025 yang dinilai solid. Bank Kalsel mencatat pertumbuhan aset dan penyaluran kredit yang stabil, serta menjaga rasio keuangan pada level yang sehat di tengah dinamika ekonomi regional. Capaian 2025 itu disebut menjadi modal untuk melakukan akselerasi bisnis pada 2026.

Dalam Renstra 2026, manajemen menekankan tiga pilar strategi utama untuk memperkuat struktur keuangan. Pertama, optimalisasi penerimaan pendapatan guna mendorong kinerja keuangan secara berkelanjutan. Kedua, pengetatan efisiensi operasional agar proses bisnis lebih efektif dan produktif di tengah persaingan industri. Ketiga, penguatan kualitas kredit melalui perbaikan monitoring untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan kesehatan portofolio pembiayaan secara menyeluruh.

Bank Kalsel membukukan laba bersih Rp302,5 miliar pada 2025 atau tumbuh 12,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Total aset tercatat Rp24,8 triliun, yang dinilai memberikan ruang likuiditas untuk mengembangkan bisnis, termasuk di segmen devisa dan digitalisasi.

Selain tiga pilar utama, perseroan juga menyiapkan lima strategi pendukung untuk memperkuat daya saing. Salah satu fokusnya adalah implementasi layanan bank devisa yang diproyeksikan memperluas jangkauan layanan, terutama untuk mendukung transaksi ekspor-impor komoditas unggulan di Kalimantan Selatan.

Strategi pendukung lainnya meliputi peningkatan daya saing produk dan layanan perbankan, pengembangan kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi informasi dan ekosistem digital perbankan, serta partisipasi aktif dalam pelestarian ekologi dan lingkungan hidup (ESG).

Manajemen menyatakan integrasi strategi tersebut diharapkan memperkokoh posisi Bank Kalsel sebagai motor penggerak ekonomi Kalimantan Selatan. Penguatan teknologi digital ditargetkan mempercepat penetrasi pasar, sementara layanan bank devisa diharapkan memberi nilai tambah bagi pelaku usaha di daerah.

“Kami yakin dengan penerapan strategi yang terukur ini, Bank Kalsel tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tulis manajemen dalam rencana strategisnya, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan ringkasan kinerja keuangan audited 2025, Bank Kalsel mencatat laba bersih Rp302,5 miliar (naik 12,4% YoY), total aset Rp24,8 triliun (naik 8,7% YoY), penyaluran kredit dan pembiayaan Rp15,2 triliun (naik 9,2% YoY), serta dana pihak ketiga (DPK) Rp19,5 triliun (naik 7,5% YoY). Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL gross berada di 1,85% dan membaik dibanding periode sebelumnya.

Dalam analisis kinerja 2025, pertumbuhan laba disebut didorong oleh optimalisasi pendapatan bunga bersih (net interest income) dan efisiensi biaya operasional, dengan BOPO tercatat 78,4%. Ekspansi kredit masih ditopang sektor UMKM dan kredit multiguna bagi ASN, namun mulai terlihat pergeseran ke arah pembiayaan korporasi lokal sejalan dengan rencana penguatan layanan devisa.

Bank Kalsel juga mencatat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau CAR sebesar 22%, yang berada di atas ketentuan regulator. Kondisi permodalan tersebut disebut memberi ruang bagi perseroan untuk melakukan ekspansi layanan devisa pada periode berikutnya.